Soal Ujian Nasional SMP Dikeluhkan, Kadisdik Kotim: Tunggu Jawaban Kemendikbud Saja
"Yang terpenting tidak ada gangguan saat pelaksanaan UNKP dan UNBK," kata Kepala DInas Pendidikan Kotim.
Tag
"Yang terpenting tidak ada gangguan saat pelaksanaan UNKP dan UNBK," kata Kepala DInas Pendidikan Kotim.
Sehari setelah dilaksanakan ujian nasional (UN) mata SMP pelajaran Matematika akun Instagram Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, @kemdikbud.ri- dihujani keluhan siswa karena menilai soal yang diujikan terlalu sulit.
Semuanya harus ikut Ujian Nasional yang merupakan tahapan terakhir akhir mendapatkan ijazah untuk tingkat pendidikan selanjutnya.
Kedua pelaajar tersebut sudah lama berhenti dari sekolah, namun masih terdaftar sebagai peserta ujian nasional
Seluruh pejabat di Dinas Pendidikan mulai kabid hingga kasi diinstruksikan untuk turut memantau ujian nasional
Tidak ada satu pun sekolah di Barito Timur yang melaksanakan ujian nasional secara online
Setiap sekolah yang melaksanakan UNKP ada pengawalan dari personel kepolisian.
Di Gunung Mas 58 SMP/MTs yang melaksanakan ujian, namun hanya 18 sekolah yang menerapkan UNBK
Sebanyak 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Sukamara masih melaksanakan Ujian Nasional (UN) dengan sistem pensil kertas.
Pasalnya soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini lebih sulit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Soal yang dianggap sulit itu ada sebagian materi penalaran.
Pelaksanaan UNKP tingkat Sekolah Menengah Pertama atau sederajat, akan dimulai pada 23 - 26 April 2018 mendatang.
Kedatangan jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Kapuas untuk mengetahui sejauh mana kesiapan sekolah menengah pertama menghadapi ujian nasional yang sudah di depan mata.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Taufiq Mukri meyakini kelulusan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah ini mencapai 100 persen.
Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ummah, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) namun hanya diikuti 3 siswa saja.
BORNEONEWS, Sampit - Saat ini Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri (SMALBN) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih melakukan ujian nasional berbasis kertas dan pensil UNKP. Namun pada…
Sebenarnya siswa kelas XII ada empat orang yang bersekolah di SMALB tersebut. Namun karena dua orang tersebut merupakan tuna grahita. Sehingga mereka tidak melaksanakan UNKP.
Lima sekolah tersebut yakni Madrasah Aliyah Almarhamah, dan MA Nurul Ummah di Sampit. Kemudian, di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, MA Sabilal Muhtadip dan MA Nurul Islam. Terakhir, MA Al Fajar di Kecamatan Parenggean.
Bila sekolah lainnya meliburkan siswa kelas X dan XI selama pelaksanaan ujian nasional, tidak demikian dengan SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun.
Metode itu sudah diganti dengan ujian nasional berbasis komputer yang berlangsung selama empat hari dari 2 April hingga 5 April 2018.
Tahun ini di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) belum semua sekolah tingkat sekolah menengah pertama (SMP/MTs) bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Setidaknya ada 40 sekolah yang masih laksanakan ujian nasional menggunakan kertas dan pensil.