Ratusan Ternak di Gunung Mas Sudah Vaksin PMK hingga Dosis Kedua
Ratusan ternak sapi milik masyarakat di Gunung Mas sudah diberikan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga dosis kedua.
Tag
Ratusan ternak sapi milik masyarakat di Gunung Mas sudah diberikan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga dosis kedua.
Disebutkannya dalam pelaksanaan vaksinasi PMK di Kabupaten Kapuas ini alokasi vaksin sebanyak 3.600 dosis.
Disebutkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kotim Hendrayatno, sampai saat ini setidaknya sapi yang sudah divaksin mencapai 2000 ekor atau sekitar 40 persen dari total sapi yang ada di Kotim.
Anik berharap pencapaian vaksinasi terhadap ternak sapi segera tercapai dan berlanjut untuk vaksinasi hewan ternak kambing.
Petugas kesulitan saat akan melakukan vaksinasi PMK lantaran mereka sulit menangkap ternak yang dilepas liarkan oleh pemiliknya. Apalagi, rata- rata ternak tidak mempunyai tali keluh dan tidak terbiasa untuk dipegang.
Australia memberikan 1 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk Indonesia.
Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) melaporkan sebanyak 1.672.075 ekor hewan ternak telah menjalani vaksinasi PMK hingga Selasa (23/8), pukul 12.00 WIB.
Pemerintah akan mengimpor 14 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai upaya mencegah penularan pada hewan ternak lebih luas.
Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) melaporkan sebanyak 1.531.397 sapi telah menjalani vaksinasi PMK hingga Rabu pukul 12.00 WIB.
Data Satgas PMK yang diterima di Jakarta menyampaikan saat ini belum ada hewan ternak jenis lain yang mendapat vaksin tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Katma F Dirun menyampaikan, kebutuhan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk daerah ini diperkirakan berjumlah 240.000 dosis.
Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Pulang Pisau (pulpis) mengkonfirmasi ada tujuh ternak sapi terkonfirmasi positif PMK, dimana tiga diantaranya dinyatakan sembuh dan empat ternak lainnya di potong paksa.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) menargetkan 2.200 ekor sapi mendapatkan vaksin untuk mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Renson melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), drh Eko Hari Yuwono mengatakan bantuan vaksin PMK sebanyak 3.500 dosis.
Untuk tahap pertama vaksinasi ini pihaknya mendapat pasokan sebanyak 500 vaksin untuk 500 sapi sehat. Vaksinasi telah dilakukan sejak 27 Juni 2022 lalu.?
Sebenarnya walaupun sudah terjangkit virus PMK pun ternak yang diberikan vaksin akan sembuh dengan sendirinya hanya dalam waktu 2 Minggu.
?Medik Veteriner Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), drh?GM Sofyannoor mengatakan, dari 2.700 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dialokasikan ke Provinsi Kalteng, Kabupaten Kobar mendapatkan 700 dosis.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), vaksinasi untuk ternak prioritas dalam upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah dijalankan. Jumlahnya ada 700 ekor yang telah divaksin.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kotawaringin Barat (Kobar)?terus berupaya melakukan penguatan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Salah satunya, melakukan penyuntikan vaksin terhadap sapi.
Vaksin ini diprioritaskan pada sapi yang tidak digunakan untuk kurban tahun ini