Waterfront City Jadi Pilihan Tempat Santai Sore Hari di Kota Buntok
Sejak rampungnya pembangunan Waterfront City di Kota Buntok beberapa waktu lalu, tempat tersebut menjadi magnet baru bagi warga untuk santai di sore hari.
Tag
Sejak rampungnya pembangunan Waterfront City di Kota Buntok beberapa waktu lalu, tempat tersebut menjadi magnet baru bagi warga untuk santai di sore hari.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melanjutkan pembangunan Water Front City (WFC) di Kampung Sega, RT 1 Kelurahan Mendawai. Pemkab menilai proyek strategis tersebut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat bantaran Sungai Arut.
Guna menekan penyebaran covid-19 di wilayah hukum Polres Barito Utara, Polda Kalteng, Satlantas Polres Barito Utara dengan menggunakan media spanduk memberikan sosialisasi terkait dengan penerapan protokol kesehatan kepada sejumlah pengguna jalan di dalam Kota Muara Teweh yang salah satunya di sekitaran Water Front City Kota Muara Teweh.
Berkembangnya perekonomian masyarakat di pinggiran Sungai Arut akibat imbas positif dari keberadaan Water Front city, diakui Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah cukup membahagiakan.
Wacana pemindahan ibu kota pemerintahan Republik Indonesia ke Kalimantan Tengah, tidak akan memengaruhi pengembangan Water Front City di Palangka Raya.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah berharap dalam pelaksanaan Water Front City perlu mendapat perhatian, dukungan, serta sinergitas dari pemerintah pusat.
Komisi V DPR RI menengok konsep tatakelola bantaran Sungai Kahayan, dengan konsep mega proyek Water Front City Kota Palangka Raya.
Pemerintah Kota Palangka Raya terus mencanangkan penataan kawasan kumuh menjadi kawasan yang baik dan memiliki potensi peningkatan perekonomian masyarakat.
Bupati Kobar Nurhidayah mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan water front city supaya menjaga kebersihan bantaran Sungai Arut.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat telah menata kawasan bantaran Sungai Arut dengan menjadikannya water front city.
Target pembangunan selanjutnya memasuki tahap kedua , yakni penyediaan jalan dan pedestrian sepanjang 120 meter. Pembangunan akan diarahkan pada kelengkapan berupa pagar, pot bunga dan lampu penerangan sebanyak 6 unit.
Target pembangunan di tahap kedua adalah penyediaan jalan dan pedestrian sepanjang 120 meter.
Pengusaha Nasional H Abdul Rasyid AS menyempat diri mengungjungi kawasan pembangunan Water Front City di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Sabtu (2/2/2018) pagi.
Warga yang sedang asyik bersantai di kawasan water front city, Kampung Pelangi, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Minggu (27/1/2019) sore, mendadak heboh.
Pengerjaan tahap pertama hampir rampung. Saat ini progresnya sudah 85% lebih.
Pembangunan water front city di pinggiran Sungai Arut, Kota Pangkalan Bun, akan mulai dikerjakan pada akhir tahun ini.
Rencananya, proyek tersebut mulai dikerjakan akhir Agustus 2018. Proyek Waterfront City ini merupakan program strategis yang dilakukan dalam masa pemerintahan Nurhidayah selama lima tahun.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara tengah membangun sejumlah fasilitas publik. Salah satunya proyek lanjutan Water Front City.
Sungai Arut, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar* akan dijadikan water front city berbasis wisata alam.
Peninjauan itu merupakan tindak lanjut pemaparan rencana pembangunan proyek Water Front City di pinggir Sungai Arut, Pangkalan Bun.