SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelidiki kasus tabrakan KM Kirana III dengan Tongkang TB Buana Pela 3, di muara Sungai Sampit, Selasa (9/10/2018) dini hari. 

"Masih kami dalami kasus ini. Akan dikoordinasikan dengan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit," kata Direktur Pol Air Polda Kalteng Kombespol Badarudin. 

Polisi akan memeriksa kronologis kejadian kecelakaan air tersebut. Untuk proses penyelidikan.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Semua penumpang yang berjumlah sebanyak 77 orang dan 35 nahkoda selamat. Hanya saja KM Kirana III mengalami kerusakan di bagian curuk haluan (Fore Peak) hingga lumbung atas sebelah kiri. 

"Kerusakan cukup parah, namun tidak membuat kapal kemasukan air. Tetap bisa melanjutkan perjalanan untuk debarkasi di Pelabuhan Sampit," kata Badarudin. 

--page

Keterangan pihak KSOP, kejadian tersebut akibat kondisi cuaca buruk di alur Sungai Mentaya. Saat itu air surut dan cuaca tidak baik dan membuat tongkang kandas. 

KM Kirana III sempat menginformasikan bahwa akan melintasi muara Sungai Sampit, tetapi tabrakan tidak bisa dihindari. 

"KM Kirana III sudah memberitahu kami melalui radio, bahkan 200 meter sebelum TKP. Namun karena tongkang muatan CPO tersebut kandas, kecelakaan tidak terhindarkan," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP), Baslan. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)