PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menyiapkan bantuan bibit cabai, tomat, dan tanaman hortikultura lainnya bagi masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri di tengah fluktuasi harga komoditas di pasaran.

Berdasarkan informasi perkembangan harga barang kebutuhan pokok yang dirilis melalui sistem Bapokting Kobar, harga cabai rawit merah di Pasar Indra Sari tercatat Rp90.000 per kilogram pada 16 Oktober 2026. Sementara itu, cabai merah besar dijual Rp50.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp80.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp100.000 per kilogram.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, bantuan bibit tersebut akan direalisasikan setelah kondisi cuaca di wilayah setempat membaik dan stabil agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.

“Apabila cuaca sudah mulai membaik ataupun stabil, Insyaallah kita akan memberikan bantuan bibit tanaman berupa cabai, tomat serta tumbuhan hortikultura lainnya,” kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pemberian bibit gratis merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk merespons perubahan harga cabai yang dapat memengaruhi pengeluaran masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sebelumnya, harga cabai rawit merah di Kabupaten Kobar sempat mencapai Rp126.000 per kilogram pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Harganya kemudian turun menjadi Rp108.000 per kilogram pada pekan kedua Oktober.

Nurhidayah berharap, bantuan tersebut dapat mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayuran sehingga sebagian kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi dari hasil panen sendiri.

“Jadi masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertanam, sehingga hasilnya nanti dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mungkin itu untuk memasak dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan menanam tanaman hortikultura di lingkungan rumah juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kobar dalam mengendalikan inflasi daerah. 

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembelian komoditas tertentu di pasar.

Pemkab Kobar berharap pemanfaatan pekarangan secara optimal dapat mendukung ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membantu menjaga stabilitas harga cabai dan sayuran di daerah. (NURITA/H)