SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Supriadi menegaskan pembangunan pertanian dalam artian luas itu bukan hanya sekadar urusan cetak sawah semata.

Tetapi yang juga tidak kalah penting itu mulai dari  edukasi petani, penyediaan bibit, pupuk, masa panen, mobilisasi hasil panen hingga pemasaran itu yang harus jadi perhatian.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah masih kurang memikirkan bagaimana pemasaran hasil petanian masyarakat itu.  Padahal potensi untuk memasarkan masih banyak terutama kepada penduduk lokal hingga buruh di daerah perkebunan besar swasta.

Dijelaskan Supriadi, pemasaran adalah salah satu faktor penentu sukses atau tidaknya pertanian. Kalau pemasarannya sulit maka untuk urusan hulunya juga akan  kurang baik.

"Jumlah ‎penduduk Kotim saat ini sebanyak sebanyak 400 ribu lebih, di mana 60 persen penduduknya adalah merupakan petani yang belum sepenuhnya didukung oleh pemerintah," kata dia.

--page

Maka ke depan keseriusan pemerintah dalam menggalakkan sektor pertanian itu harus benar-benar dilakukan jangan hanya semata dukungan tanpa tindakan nyata.

"Petani tidak akan sejahtera sepanjang pemerintah masih setengah hati berpihak kepada mereka, pemerintah harus memberikan dukungan dana yang sesuai agar petani dapat meningkatkan produksi pertaniannya," pungkasnya. (NACO/B-2)