PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan  Bun - Owner Citra Borneo Indah (CBI) Group sekaligus pendiri Abdul Rasyid Foundation, H. Abdul Rasyid AS, menegaskan pentingnya pembangunan pendidikan sebagai kunci kemajuan daerah, khususnya di Provinsi Kalteng.

H. Abdul Rasyid AS, Sabtu, 21 Juni 2025, mengatakan ia sangat menyayangkan masih minimnya perhatian terhadap sektor pendidikan yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.

“Kenapa pendidikan ini sangat perlu? Karena Kalteng bisa dikatakan tertinggal dalam SDM. Dunia pendidikannya terkesan tidak diperhatikan secara maksimal,” jelas H. Abdul Rasyid AS.

Menurut H. Abdul Rasyid  AS, kemajuan sebuah bangsa, provinsi, hingga keluarga sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, karena tanpa pendidikan yang baik, kekayaan sumber daya alam sebesar apapun tidak akan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal.

“Kalau sebuah negara mau maju, sebuah daerah mau maju, bahkan sebuah keluarga mau maju, yang diperhatikan pertama adalah dunia pendidikannya. Kalau SDM-nya bagus, maka kekayaan alam Kalteng yang luar biasa, bisa dikelola dengan baik oleh orang kita sendiri,” jelas H. Abdul Rasyid AS.

H. Abdul Rasyid AS mengungkapkan bahwa saat ini banyak sektor industri yang justru digerakkan oleh tenaga profesional dari luar daerah karena SDM lokal belum siap secara kompetensi.

“Secara sumber daya alam (SDA) Kalteng ini kaya, tapi belum bisa dinikmati secara maksimal oleh warga asli Kalteng. Karena yang bekerja justru orang-orang profesional dari luar. Karena apa? Karena sumber daya manusia kita belum mampu,” jelas H. Abdul Rasyid AS.

Melalui Abdul Rasyid Foundation, ia pun menginisiasi pembangunan lembaga pendidikan yang lengkap di lingkungan perkebunan milik CBI Group, sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor pendidikan.

“Kami berupaya  membangun dan meningkatkan kualitas SDM melalui dunia pendidikan di lingkungan perkebunan. Kami memiliki berbagai sekolah, mulai dari playgroup, TK, SD, SMP, hingga SMK. Ini salah satu perkebunan yang memiliki lembaga pendidikan yang hampir lengkap,” jelas H. Abdul Rasyid AS.

Hingga saat ini, menurut H. Abdul Rasyid AS, melalui Abdul Rasyid  Foundation pihaknya telah mengelola sebanyak 22 sekolah yang menaungi sekitar 3.000 murid dari anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar kebun.

“Itu pun saya masih belum puas. Harapan saya ke depan akan kita tambah lagi sekolah-sekolah itu, agar seluruh anak-anak pekerja dan masyarakat sekitar kebun bisa menikmati pendidikan yang kita bangun bersama,” ungkapnya.

Tak hanya membangun fasilitas pendidikan, menurut H. Abdul Rasyid AS, ia juga memastikan bahwa seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Abdul Rasyid Foundation tidak memungut biaya apapun.

“Pendidikan di sekolah-sekolah kami gratis. Mulai dari buku hingga kegiatan ekstrakurikulernya tidak dikenakan biaya,” jelas H. Abdul Rasyid AS.

H. Abdul Rasyid  AS berharap pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi, dapat memberi perhatian lebih besar terhadap dunia pendidikan di Kalteng.

“Harapan saya, para bupati, wali kota, dan gubernur lebih serius memperhatikan pendidikan. Kami tidak ingin masyarakat Kalteng hanya jadi penonton,” jelas H. Abdul Rasyid AS.

Menurut H. Abdul Rasyid  AS, warga Kalteng harus diberdayakan dan memiliki posisi sebagai pelaku utama dalam pembangunan dan sektor-sektor strategis lainnya.

“Saya ingin masyarakat Kalteng bisa jadi pelaku di dunia usaha, jadi ASN, jadi pemimpin, bukan hanya penonton di tanahnya sendiri,” jelas H. Abdul Rasyid AS. (WAHYU KRIDA/H)