TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Suara kambing mengembik bersahut-sahutan dari kandang panggung di belakang rumah Riyan Permana di RT 06 Kelurahan Taniran, Kabupaten Barito Timur, Minggu sore, 26 Oktober 2025. Aroma segar pakan fermentasi ikut menyeruak di udara bercampur dengan semangat kerja keras yang tak pernah surut.

Di tengah hiruk pikuk suara ternak, Riyan dan seorang rekannya tampak sibuk memberi pakan puluhan ekor kambing yang tampak sehat dan gemuk. Siapa sangka, dari kandang sederhana inilah lahir salah satu kelompok ternak binaan PT Adaro Indonesia yang kini disebut paling sukses di Barito Timur.

Kisah keberhasilan itu bermula pada Juli 2023, ketika lima orang warga Taniran sepakat membentuk Kelompok Ternak Podho Mulyo. Dengan tekad kuat, mereka menerima bantuan 15 ekor kambing dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia. Tak banyak yang mereka miliki saat itu selain semangat dan niat untuk belajar.

Setahun kemudian, kelompok ini kembali mendapatkan bantuan mesin chopper untuk membuat pakan fermentasi. Dari situ, perubahan besar mulai tampak. Berkat kerja keras dan manajemen pakan yang baik, pada tahun kedua jumlah total ternak kambing meningkat tajam menjadi 48 ekor, bahkan 18 di antaranya sudah berhasil dijual.

“Awalnya kami belajar dari peternak lain yang sudah berhasil. Dari situ kami paham bahwa kunci keberhasilan ada pada manajemen pakan,” tutur Riyan yang didaulat menjadi ketua kelompok.

Pakan fermentasi, lanjut pria 38 tahun itu, menjadi rahasia utama keberhasilan kelompoknya. Selain meningkatkan nilai gizi dan daya cerna pakan, proses fermentasi juga membuat bahan sederhana seperti rumput odot dan limbah pertanian menjadi lebih bergizi serta tahan disimpan lebih lama. 

“Fermentasi membantu menjaga kesehatan pencernaan kambing, mempercepat pertumbuhan bobot badan, dan bahkan mengurangi bau kotoran. Jadi selain hemat biaya, hasilnya juga lebih maksimal,” jelas Riyan.

Sistem kandang panggung berkonstruksi kayu yang mereka gunakan turut mendukung kesehatan ternak. Dengan lantai yang lebih tinggi dari tanah, kotoran dan urin kambing langsung jatuh ke bawah sehingga kandang tetap kering dan bersih. 

“Kandang panggung itu banyak keuntungannya. Udara lebih sejuk, kambing tidak mudah sakit dan perawatannya juga lebih efisien,” ungkap Riyan sambil tersenyum bangga.

Selain rumput hijauan yang difermentasi, Riyan juga menambah pakan dengan ampas kedelai hasil olahan tempe. Kandungan proteinnya tinggi, sangat baik untuk indukan kambing yang sedang menyusui. 

Meski seluruh anggota kelompok memiliki pekerjaan utama lain, mereka tetap disiplin. Setiap Sabtu dan Minggu digunakan untuk mencari pakan hijauan yang akan difermentasi, sedangkan hari-hari kerja diatur bergantian untuk memberi pakan ternak.

“Setiap tahun kami menjual sebagian ternak agar hasilnya bisa dibagikan kepada anggota kelompok, semacam upah lelah,” ungkap Riyan. 

Saat ini, lanjutnya, pemasaran kambing tak lagi sulit karena peternakan mereka sudah dikenal banyak orang. Namun bukan berarti perjalanan mereka mulus tanpa rintangan. Tantangan kerap muncul, terutama ketika ada ternak sakit sementara dokter hewan berhalangan datang. 

“Untungnya sampai sekarang belum pernah ada kambing yang mati karena sakit,” kata Riyan lega.

Kerja keras dan inovasi kelompok ini akhirnya membuahkan hasil manis. Pada Mei 2025, mereka berhasil meraih Juara 1 Bina Desa Award Barito Timur yang digelar oleh PT Adaro Indonesia. Ajang ini merupakan yang pertama di Kecamatan Benua Lima, melibatkan empat peserta yakni Kelurahan Taniran, Desa Bagok, Desa Gudang Seng dan Desa Banyu Landas.

Taniran menjadi sorotan dewan juri berkat program pengembangan peternakan kambing yang digagas Kelompok Podho Mulyo. Program ini tak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pemberdayaan anggota kelompok dan pelatihan pembuatan pakan fermentasi. 

“Kami punya keunggulan dari sisi ketersediaan pakan. Di Taniran, hijauan melimpah, jadi keberlangsungan usaha ternak ini sangat bisa diandalkan,” ujar Riyan dengan nada optimistis.

Selain menjual kambing, mereka juga menghasilkan produk sampingan berupa kohe (kotoran kambing murni) dan media tanam yang banyak diminati para penggemar tanaman hias. Produk tersebut menjadi tambahan sumber pendapatan yang tak kalah menjanjikan.

Menutup perbincangan sore itu, Riyan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan kelompoknya. 

“Terima kasih kepada PT Adaro Indonesia yang sudah mempercayai kami, dan kepada dinas peternakan yang rutin memantau perkembangan ternak kami setiap bulan,” ujarnya.

CSR Program Foreman PT Adaro Indonesia, Raisa Kusuma Dewi, mengatakan bahwa bantuan ternak kambing merupakan bagian dari kegiatan rutin pemberdayaan masyarakat di wilayah Ring 1 PT Adaro Indonesia, di Barito Timur. 

“Kami percaya, dengan adanya peternakan kambing yang berhasil di Kelurahan Taniran, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan taraf ekonomi peternak meningkat. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui dinas peternakan,” katanya.

Menurut Raisa, Adaro tidak hanya berhenti pada tahap pemberian bantuan, tetapi juga terus melakukan monitoring dan evaluasi rutin kepada kelompok ternak. 

“Kami ingin ada komunikasi dua arah yang baik. Dengan begitu, setiap kendala atau permasalahan di lapangan bisa segera diketahui dan dicarikan solusinya,” ujarnya.

Raisa pun memberikan pesan penuh semangat kepada para anggota Kelompok Ternak Podho Mulyo. 

“Semoga kelompok ternak kambing Podho Mulyo di Kelurahan Taniran terus maju, tetap rendah hati, dan tidak mudah berpuas diri. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka,” tuturnya.

Dari sebuah kandang sederhana di sudut Kelurahan Taniran, Kelompok Ternak Podho Mulyo membuktikan bahwa ketika bantuan CSR dijalankan dengan ketekunan dan inovasi, mimpi besar bisa tumbuh menjadi kenyataan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)