PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau menggelar Rapat Badan Musyawarah (Banmus) di ruang rapat Paripurna, Senin, 3 November 2025.

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting, termasuk strategi menghadapi penurunan signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Wakil Ketua I DPRD Pulang Pisau, Yoppy Satriadi, mengungkapkan bahwa terjadi pemangkasan anggaran cukup besar dalam tiga tahun terakhir.

“Kalau dibandingkan APBD 2024 dengan 2025, kita sudah terpangkas sekitar Rp60 miliar. Ditambah lagi pada tahun 2026 terpangkas sekitar Rp200 miliar. Jadi totalnya, dibandingkan tahun 2024, kita berkurang sekitar Rp265 miliar,” kata Yoppy.

Menurut Yoppy, kondisi tersebut akan berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

“Ini tentu akan memangkas proses pembangunan untuk masyarakat. Kalau pun nanti masih kurang, bisa jadi berpengaruh juga terhadap TPP ASN. Tapi itu akan kita lihat lagi nanti,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPRD Pulang Pisau akan segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra komisi serta rapat gabungan untuk membahas secara detail penggunaan anggaran yang tersisa.

“Kami ingin semuanya terang benderang, supaya masyarakat dan rekan media tahu anggaran yang kecil ini digunakan untuk apa,” tegas Yoppy.

Yoppy juga menyoroti bahwa secara umum APBD Kabupaten Pulang Pisau tergolong kecil dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Tengah.

“Dalam kondisi normal saja APBD kita sudah kecil, apalagi sekarang makin menurun karena adanya pemangkasan dari pusat,” ujarnya.

Meskipun pemerintah pusat sempat menjanjikan adanya tambahan anggaran di tahun berjalan, DPRD menilai hal itu belum bisa dijadikan sandaran utama.

“Kami akan fokus melihat potensi daerah sendiri dan memastikan program tahun 2026 benar-benar menyasar sektor yang paling prioritas,” tutur Yoppy.

“Prioritas di antara prioritas. Karena yang sekarang pun sebenarnya sudah prioritas, tapi dengan kondisi ini kita harus memangkas lagi menjadi lebih prioritas lagi,” pungkasnya. (RETHA/J)