BORNEONEWS, Sukamara - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah, Pemkab Sukamara mengingatkan semua akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan bertanggung jawab.
Bupati Sukamara, Masduki mengatakan tahun ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengusung tema ‘Kolaborasi untuk Indonesia Asri’, yang bermakna aman, sehat, resik, dan indah. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial, tetapi harus ditangani melalui kerja sama semua pihak.
“Tema ini sangat relevan dengan kondisi kita di Kabupaten Sukamara, daerah yang kaya akan alam, hutan, sungai dan pesisir. Kita memiliki tanggungjawab besar untuk menjaga keasrian bumi Sukamara agar tetap aman dari bencana sampah, sehat bagi warganya, resik dari pencemaran, dan indah dipandang mata,” kata Masduki, Jumat, 27 Februari 2025.
Menurutnya, kekayaan alam tersebut merupakan anugerah yang harus dijaga bersama, sehingga agar nyaman untuk ditinggali maka pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.
“Pemerintah daerah tentunya tidak bisa bekerja sama sendiri, karena sampah berada dan bersumber dari segala tempat, terutama rumah tangga, industri, pasar-pasar dan berbagai aktivitas manusia lainnya,” ujarnya.
Karena persoalan sampah merupakan isu yang serius dan berdimensi luas, yang membutuhkan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan. Sehingga melalui momentum peringatan Hari Peduli Sampah ini, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat RT dan RW, desa dan kelurahan, tokoh agama dan tokoh adat, pelaku usaha, dunia pendidikan, generasi muda, hingga komunitas peduli lingkungan, untuk bersama-sama membangun kesadaran, kepedulian, serta aksi nyata dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dari sumbernya.
“Dengan semangat kolaborasi, diharapkan gerakan peduli sampah dapat terus tumbuh menjadi budaya masyarakat, sehingga Sukamara dapat terjaga keasriannya, lingkungannya semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” pungkas Masduki. (NOR HASANAH/j)









