BORNEONEWS, Buntok - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Barito Selatan hingga kini belum melaksanakan kegiatan fisik berupa pembangunan jalan dan jembatan pada tahun anggaran 2026.
Sekretaris DPUPR Barito Selatan Hawinu mengatakan, belum dimulainya proyek fisik tersebut disebabkan keterbatasan anggaran belanja modal yang tersedia di kas daerah.
“Kami masih belum melaksanakan kegiatan fisik karena anggaran belanja modal di kas daerah masih kurang tersedia,” kata Hawinu di Buntok sebagaimana dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, informasi terkait minimnya ketersediaan anggaran tersebut diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan telah disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD beberapa waktu lalu.
Menurut Hawinu, kondisi tersebut juga membuat pihaknya belum dapat melaksanakan proses tender proyek tahun 2026.
“Kalau tender dilaksanakan sekarang, nanti akan kesulitan saat pencairan uang muka proyek karena dananya masih belum tersedia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Penjabat Sekretaris Daerah Barito Selatan saat ini tengah melakukan konsultasi ke Jakarta terkait persoalan keuangan daerah agar program dan kegiatan pembangunan tetap dapat berjalan.
DPUPR berharap hasil konsultasi tersebut dapat membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat sehingga program pembangunan bisa direalisasikan sesuai harapan masyarakat.
Hawinu menilai, apabila kegiatan pembangunan dapat berjalan maka dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian masyarakat di Barito Selatan.
“Program pembangunan tentu berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek infrastruktur juga dinilai mampu meningkatkan aktivitas perdagangan bahan bangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan aspirasi yang disampaikan agar pelaksanaan program pembangunan kembali berjalan normal seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kami berharap roda perekonomian daerah tetap bisa bergerak melalui pelaksanaan program pembangunan,” tandasnya.









