SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara Nur Efendi menegaskan pencegahan stunting harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama karena berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini pertumbuhan anak sangat menentukan,” kata Nur Efendi, Minggu, 17 Mei 2026.

Pemerintah Kabupaten Sukamara telah menggelar rapat koordinasi sebagai upaya menekan munculnya kasus stunting baru di wilayah setempat. Kegiatan dihadiri lintas sektor, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

Menurut Nur Efendi, anak yang mengalami stunting tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berisiko mengalami hambatan perkembangan otak dan penurunan tingkat kecerdasan.

“Stunting bukan sekadar tubuh pendek, tetapi juga berdampak terhadap kualitas generasi penerus, produktivitas saat dewasa, hingga risiko penyakit degeneratif,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara pada 2022 tercatat sebesar 21,8 persen. Angka itu sempat meningkat menjadi 29,1 persen pada 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebelum turun kembali menjadi 20,1 persen pada 2024.

Meski menunjukkan tren penurunan, Nur Efendi menyebut capaian tersebut masih belum memenuhi target nasional sebesar 17,5 persen.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak mulai dari OPD, pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat untuk memperkuat peran dalam upaya pencegahan stunting.

“Diperlukan kerja sama semua pihak agar target penurunan stunting bisa tercapai,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah pencegahan akan difokuskan pada pendampingan remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 0 hingga 23 bulan yang berisiko mengalami masalah gizi.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap lahir langkah konkret dan intervensi yang tepat untuk mempercepat terwujudnya Sukamara bebas stunting.