SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara terus mengawal dan mengawasi ketersediaan dan distribusi gas elpiji 3 kilogram agar tetap aman serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah setempat.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Sukamara, Didik, mengatakan hasil pemantauan yang dilakukan pemerintah daerah menunjukkan distribusi elpiji bersubsidi tersebut masih berjalan lancar dan stok dalam kondisi mencukupi.

“Hasil pemantauan menunjukkan distribusi elpiji tiga kilogram berjalan lancar,” kata Didik di Sukamara, Minggu, 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan evaluasi bersama sejumlah instansi terkait menyusul adanya laporan masyarakat mengenai harga jual elpiji yang melebihi ketentuan di beberapa wilayah.

Berdasarkan ketetapan pemerintah daerah, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram untuk Kecamatan Sukamara sebesar Rp35 ribu per tabung, sedangkan di Kecamatan Jelai ditetapkan Rp45 ribu per tabung.

Namun dalam praktiknya, harga jual di Kecamatan Sukamara, Balai Riam, dan Permata Kecubung masih berada di bawah HET, yakni berkisar antara Rp29 ribu hingga Rp32 ribu per tabung.

Sementara itu, harga di Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai relatif lebih tinggi, berkisar Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per tabung. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor geografis dan tambahan biaya distribusi ke wilayah yang lebih sulit dijangkau.

Menurut Didik, sejumlah desa seperti Pangkalan Muntai dan Petarikan membutuhkan biaya angkut tambahan menggunakan kapal untuk mempercepat distribusi elpiji kepada masyarakat.

“Beberapa desa memerlukan biaya transportasi tambahan karena harus menggunakan jalur sungai agar pasokan dapat segera sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Selain jalur sungai, distribusi melalui jalur darat juga menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi jalan tanah merah di sejumlah wilayah dinilai berpotensi menghambat pengiriman dan meningkatkan risiko kerusakan tabung selama proses distribusi.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Pemkab Sukamara terus berkoordinasi dengan aparat keamanan serta pihak terkait guna mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Upaya tersebut juga diperkuat dengan tambahan alokasi elpiji 3 kilogram sebanyak 2.400 tabung dari Pertamina yang didistribusikan ke lima kecamatan di Kabupaten Sukamara.

Tambahan pasokan tersebut turut dimanfaatkan dalam pelaksanaan pasar murah yang menyediakan elpiji 3 kilogram dengan harga Rp25 ribu per tabung. Setiap kecamatan mendapatkan kuota sebanyak 280 tabung dan masyarakat dapat membeli satu tabung dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

Pemerintah daerah berharap tambahan pasokan dan pengawasan distribusi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjaga ketersediaan elpiji bersubsidi serta memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan energi rumah tangga dengan harga yang terjangkau.