JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah menyiapkan sekitar 200 juta benih unggul berbagai komoditas perkebunan serta 5,8 miliar mata tebu yang akan disalurkan kepada masyarakat mulai Juni hingga Desember 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi dan meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Ketua Himpunan Produsen Benih Perkebunan dan Kehutanan Indonesia, Masrizal Batubara, mengatakan benih yang disiapkan meliputi komoditas kopi, kakao, kelapa, pala, mete, lada, dan tebu. Ketersediaan benih tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan serta peremajaan perkebunan rakyat seluas sekitar 870 ribu hektare.

“Dalam program hilirisasi, pemilik sumber benih telah menyalurkan benih terbaik yang tersedia saat ini,” kata Masrizal dalam keterangannya, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada distribusi benih, tetapi juga mencakup edukasi dan pengenalan varietas unggul yang selama ini sulit diakses oleh petani.

Untuk komoditas kelapa, pemerintah menyiapkan sejumlah varietas unggul seperti kelapa genjah pandan manis, pandan wangi, entok, kopyor, merah Bali, dan kuning Bali. Varietas tersebut memiliki keunggulan karena dapat mulai berproduksi pada usia sekitar 2,5 tahun.

Selain kelapa, tersedia pula jutaan bibit kakao unggul seperti MCC 01, MCC 02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2 yang memiliki produktivitas tinggi serta ketahanan terhadap penyakit.

Pada sektor kopi, varietas yang disiapkan antara lain Hibero 1, Hibero 2, Hibero 3, dan Sintaro untuk jenis robusta. Sementara kopi arabika tersedia varietas Komasti dan Andungsari yang memiliki produktivitas di atas 1,5 ton per hektare per tahun.

Untuk komoditas tebu, pemerintah menyediakan varietas Panjalu, AAS Agribun, dan NX 04T yang memiliki potensi produksi lebih dari 1.500 kuintal per hektare dengan rendemen di atas 8 persen serta tahan terhadap kekeringan.

Pengurus Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia, Agus Nirmala, mengatakan seluruh benih telah disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih di masing-masing provinsi guna menjamin kualitas sebelum disalurkan kepada masyarakat.

“Masyarakat dapat mengakses benih tersebut secara gratis dengan mengikuti ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Agus berharap program ini dapat mendorong adopsi varietas unggul baru di kalangan petani sehingga produktivitas perkebunan rakyat meningkat dan mampu mendukung kebutuhan industri hilir.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penyediaan benih unggul merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan daya saing sektor perkebunan nasional.

“Kami ingin memastikan pekebun mendapatkan benih unggul dengan mudah, cepat, dan terjangkau. Dengan benih berkualitas, produktivitas meningkat, pendapatan pekebun naik, dan perkebunan Indonesia semakin berdaya saing,” kata Amran.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan prioritas nasional pada periode 2025–2027, meliputi kelapa, kakao, kopi, tebu, mete, lada, dan pala.

ANTARA