BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menyiapkan konsep baru untuk pelaksanaan Palangka Raya Fair 2026.
Kegiatan tahunan yang selama ini identik dengan pasar malam akan diubah menjadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku usaha, industri kopi, komunitas seni, hingga investor.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan Palangka Raya Fair tahun ini akan menjadi ajang yang lebih produktif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17-21 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Palangka Raya.
Menurut Fairid, konsep baru yang diusung bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan potensi usaha lokal kepada masyarakat dan calon investor. Karena itu, berbagai sektor usaha akan dilibatkan untuk menampilkan produk dan inovasi unggulan daerah.
"Salah satu daya tarik utama Palangka Raya Fair 2026 adalah hadirnya konsep Coffee Week. Melalui konsep ini, industri kopi lokal akan mendapat ruang lebih besar untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas," ujar Fairid, Minggu, 14 Juni 2026.
Berbagai merek kopi dari Palangka Raya, maupun daerah lain di Kalimantan Tengah dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Selain pameran kopi, penyelenggara juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti pertunjukan seni, diskusi kreatif, promosi produk UMKM, hingga forum yang membuka peluang kerja sama bisnis dan investasi.
"Dengan demikian Palangka Raya Fair tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana pengembangan ekonomi daerah," tambahnya.
Fairid berharap, transformasi Palangka Raya Fair dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas Palangka Raya sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi dan investasi.
Ia optimistis, konsep baru ini akan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan usaha lokal secara berkelanjutan. (MARINI/J)









