BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau mulai menerapkan sistem pendataan kunjungan wisatawan berbasis digital melalui aplikasi PELITA LAMAN. Inovasi yang dikembangkan Dinas Pariwisata itu diharapkan mampu menghasilkan data pariwisata yang lebih akurat, cepat, dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan sektor wisata.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, Edmond Lamey, S.Par., mengatakan PELITA LAMAN merupakan aksi perubahan yang lahir dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026. Menurutnya, aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah pengelola hotel, homestay, penginapan, objek wisata, hingga penyelenggara atraksi wisata dalam melaporkan jumlah kunjungan wisatawan.
"Selama ini proses pendataan masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar. Dengan aplikasi ini, pelaporan cukup dilakukan melalui telepon genggam sehingga lebih praktis dan efisien," kata Edmond.
Ia menjelaskan, seluruh data yang dilaporkan akan menjadi bahan penyusunan statistik kepariwisataan Kabupaten Lamandau. Data tersebut meliputi jumlah wisatawan, asal pengunjung, serta lama tinggal yang wajib dilaporkan secara berkala paling lambat setiap tanggal 5 setiap bulan.
Edmond menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi para pelaku usaha pariwisata. Karena itu, Dinas Pariwisata mengajak seluruh pengelola hotel, homestay, objek wisata, dan atraksi wisata untuk aktif menginput data melalui aplikasi yang telah disediakan.
"Yang kami harapkan bukan hanya aplikasi ini berjalan, tetapi juga adanya komitmen dari seluruh pelaku usaha untuk rutin mengirimkan data. Semakin lengkap datanya, semakin tepat pula kebijakan yang dapat disusun pemerintah," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi PELITA LAMAN, Pemerintah Kabupaten Lamandau telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 800.1.9.2/144/VI/DISPAR/2026 tentang Penerapan Digitalisasi Pendataan Kunjungan Wisatawan. Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa pembuatan video promosi gratis bagi pengelola usaha pariwisata yang disiplin menyampaikan laporan. Ke depan, aplikasi tersebut akan dikembangkan menjadi portal informasi wisata yang memuat profil destinasi, akomodasi, atraksi wisata, serta lokasi destinasi sehingga dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat dan calon wisatawan. (NATALIA KRISTIN/j)









