BORNEONEWS, Buntok – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mendapat kuota untuk memberangkatkan 50 pelajar lulusan SMA mengikuti pendidikan keperawatan di Jepang.
Penjabat Sekretaris Daerah Barito Selatan, Ita Minarni, mengatakan para pelajar tersebut direncanakan diberangkatkan pada 2027.
"Rencananya 50 orang pelajar itu diberangkatkan pada tahun 2027," kata Ita di Buntok, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut Ita, pelajar yang diberangkatkan merupakan putra dan putri asal Barito Selatan yang telah lulus SMA. Mereka nantinya akan menempuh pendidikan di Jepang pada bidang perawat kesehatan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para pelajar tersebut juga berpeluang langsung bekerja di Jepang.
Ita menjelaskan, kuota 50 pelajar tersebut diberikan oleh Yayasan Adiluhung yang bermitra dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia atau Apkasi.
"Kita bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beberapa waktu lalu diundang oleh yayasan tersebut," kata Ita.
Ia menyampaikan, kuota itu diberikan sebagai bentuk apresiasi karena Pemkab Barito Selatan sebelumnya telah memberikan beasiswa kepada sejumlah pelajar dari keluarga kurang mampu untuk kuliah di luar negeri.
"Kuota ini reward dari Yayasan Adiluhung karena kita sebelumnya telah memberikan beasiswa kepada sejumlah pelajar Barito Selatan yang kuliah di luar negeri," jelasnya.
Terkait program tersebut, Pemkab Barito Selatan akan melakukan penjaringan calon peserta dari enam kecamatan. Sasaran utama program ini adalah pelajar lulusan SMA dari keluarga berpenghasilan rendah.
Ita menilai kesempatan tersebut sangat baik bagi generasi muda Barito Selatan. Selain memperoleh pendidikan, para peserta juga memiliki peluang kerja setelah lulus.
"Ini peluang yang sangat baik bagi putra dan putri Barito Selatan. Sebab setelah lulus kuliah, mereka bisa langsung bekerja di Jepang, sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarganya masing-masing," demikian Ita Minarni.









