BORNEONEWS, Palangka Raya – Lurah Petuk Katimpun, Berita Asi, melakukan kunjungan ke salah satu pelaku usaha kerajinan unggulan di wilayahnya. Ia menemui Adi, pemilik usaha kerajinan tas rotan “A2 Collection” yang telah berhasil mengembangkan produk khas daerah hingga dikenal luas di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Adi merintis usaha ini berbekal keterampilan yang diwarisi dari orang tuanya yang lebih dulu menekuni profesi sebagai pengrajin rotan.
Ia berinovasi menggabungkan bahan dasar rotan dengan kulit sintetis, menghasilkan tas yang kuat, tampil modern, dan memiliki nilai jual menarik. Produk utamanya berupa tas perempuan dengan berbagai model, serta tas tangan atau handbag untuk laki-laki.
Meskipun pangsa pasar dan minat konsumen sangat tinggi, Adi mengaku menghadapi kendala utama ketersediaan bahan baku.
“Untuk penjualan tidak ada masalah, karena pasar kami tidak hanya di Palangka Raya, tapi sampai ke daerah lain di Kalteng. Kesulitan justru ada pada pasokan rotan yang semakin sulit didapatkan,” ungkap Adi.
Harga produk tas buatan Adi dipasarkan mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 370.000 per buah. Bersama tujuh orang tenaga kerja yang dibinanya, usaha ini mampu memproduksi hingga 1.000 tas setiap bulan.
Konsumen terbanyak berasal dari Kabupaten Gunung Mas, Sampit, Kapuas, hingga Pulang Pisau.
Adi memiliki cita-cita besar agar tas rotan buatan tangan Palangka Raya mampu menembus pasar internasional dan memperkenalkan kekayaan potensi budaya serta sumber daya alam daerah ke kancah dunia. Ke depannya, ia berharap usahanya makin berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas.
Sementara itu, Lurah Petuk Katimpun, Berita Asi, sangat mengapresiasi kegigihan dan semangat warganya.
Menurutnya, keberhasilan Adi menjadi teladan, terutama bagi generasi muda, untuk berani berwirausaha, mengembangkan potensi lokal, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain.
"Saya harap mas Adi ini bisa jadi contoh bagi pemuda Petuk Katimpun," pungkasnya. (PATHUR/j)









