PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta menghadiri sekaligus membuka kegiatan Survei Simulasi Akreditasi RSUD Pulang Pisau yang digelar di Aula Manajemen RSUD Pulang Pisau, Jumat, 31 Juli 2026.

Jayadikarta menegaskan bahwa RSUD Pulang Pisau memiliki dua moto utama, yakni mutu dan keselamatan pasien. Kedua hal tersebut menjadi fokus utama rumah sakit dalam menghadapi penilaian dari tim surveyor.

"Tim surveyor merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap berbagai aspek pelayanan rumah sakit sebelum pelaksanaan survei akreditasi yang sesungguhnya," ujar Jayadikarta.

Ia menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar upaya memperoleh predikat atau sertifikat, melainkan komitmen bersama untuk membangun budaya mutu dan budaya keselamatan pasien secara berkesinambungan. Melalui proses akreditasi, rumah sakit diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, aman, bermutu, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memandang RSUD Pulang Pisau memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan mutu pelayanan kesehatan akan terus didukung melalui penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyediaan sarana dan prasarana secara bertahap sesuai kemampuan daerah.

Jayadikarta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran direksi, manajemen, dokter, perawat, tenaga kesehatan, tenaga penunjang, dan seluruh pegawai RSUD Pulang Pisau yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan survei simulasi tersebut.

"Saya memahami bahwa proses menuju akreditasi membutuhkan dedikasi, kerja sama, disiplin, dan komitmen yang tinggi dari seluruh elemen rumah sakit," katanya.

Ia berharap kegiatan simulasi ini benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran untuk mengidentifikasi kekuatan yang telah dimiliki sekaligus memperbaiki berbagai hal yang masih perlu disempurnakan. Setiap masukan dari surveyor diminta diterima sebagai bagian dari proses peningkatan mutu pelayanan.

Kepada seluruh jajaran RSUD Pulang Pisau, Jayadikarta berpesan agar tetap menjaga kekompakan, bekerja sesuai standar, memberikan jawaban secara objektif berdasarkan implementasi yang telah dilakukan, serta menjadikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sebagai budaya kerja sehari-hari.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, saya menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh proses akreditasi RSUD Pulang Pisau. Semoga melalui kerja keras, sinergi, dan komitmen bersama, RSUD Pulang Pisau mampu memperoleh hasil akreditasi yang terbaik, yaitu paripurna," tegasnya.

Usai membuka kegiatan, Jayadikarta juga menyampaikan pengalaman pribadinya sebagai pasien RSUD Pulang Pisau. Ia mengaku merasakan langsung peningkatan pelayanan rumah sakit sehingga masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah.

"Saya selama menjadi wakil bupati dan juga sebagai pasien, alhamdulillah tidak perlu ke Banjarmasin karena di sini sudah bisa menangani," ujarnya.

Ia mencontohkan penanganan kasus Bell’s Palsy yang menurutnya berhasil ditangani di RSUD Pulang Pisau. Jayadikarta pun mengapresiasi Direktur RSUD Pulang Pisau beserta jajaran yang terus berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Terima kasih kepada jajaran RSUD Pulang Pisau yang sudah bisa mempertahankan rumah sakit, bahkan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat," tutupnya.( RETHA/y)