TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Paulina Anugrahni, putri asal Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, meraih predikat lulusan terbaik Jurusan Kewirausahaan Universitas AMIKOM Yogyakarta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85.

Capaian tersebut menjadi modal bagi Paulina untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sekaligus mengembangkan kemampuan kewirausahaan yang diperolehnya selama kuliah. Ia diterima di Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk menempuh pendidikan S2 Magister Manajemen.

Paulina mengatakan pendidikan lanjutan tersebut diperlukan untuk memperkuat kemampuan manajemen dan strategi bisnis yang telah dibangunnya melalui pengalaman menjalankan usaha mikro serta kegiatan profesional.

“Dibutuhkan eksekusi manajemen yang terstruktur dan strategis,” kata Paulina, Selasa, 11 Agustus 2026.

Perempuan kelahiran Sababilah, 31 Oktober 2005 itu sebelumnya menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Tamiang Layang. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan ke Yogyakarta dan memilih Jurusan Kewirausahaan Universitas AMIKOM karena memiliki ketertarikan terhadap dunia usaha sejak SMA.

Ketertarikan tersebut kemudian dikembangkan melalui berbagai kegiatan praktik. Selama kuliah, Paulina merintis sejumlah usaha mikro, antara lain aksesori, parfum dan kuliner.

Ia juga mengikuti program Wirausaha Merdeka (WMK) AMIKOM. Melalui program tersebut, Paulina mendapatkan pengalaman mengenai penyusunan business model, pitch deck dan validasi pasar.

Pengalaman bisnisnya semakin berkembang ketika mengikuti Program Magang Berdampak sebagai Business Representative. Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam membangun jaringan bisnis, menangani klien, melakukan presentasi penawaran dan menjalankan proses negosiasi.

Menurut Paulina, pengalaman tersebut turut membantunya meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memahami penerapan teori bisnis dalam situasi nyata.

“Pengalaman ini membuktikan bahwa dari yang tadinya pemalu saat SMA, saya kini mampu tampil percaya diri dan kompeten di dunia bisnis nyata,” ujarnya.

Paulina menilai pengalaman praktik tersebut juga mendukung pencapaiannya di bidang akademik. Ia dapat menghubungkan materi perkuliahan dengan pengalaman langsung ketika menjalankan usaha dan mengikuti kegiatan profesional.

“Nilai akademik yang tinggi saya capai karena saya memahami konteks nyata dari teori yang diajarkan. Selain itu, disiplin dan konsistensi menjadi kunci utama saya,” katanya.

Paulina merupakan putri Muhamad Kurnelius dan Seriwati Y. Sitol. Kedua orang tuanya tinggal di Desa Murutuwu, Kabupaten Barito Timur dan bekerja sebagai peternak.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Paulina berencana memperkuat usaha mikro kuliner yang sedang dirintisnya di Yogyakarta. Dalam jangka panjang, ia ingin kembali ke Barito Timur dan mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.

Ia juga ingin membuka lapangan kerja serta memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.

“Target jangka panjang saya adalah kembali ke Barito Timur untuk mendirikan lini bisnis baru berbasis potensi daerah, mempraktikkan ilmu manajemen strategis untuk membuka lapangan kerja serta memfasilitasi atau menjadi mentor UMKM lokal di Barito Timur agar dapat tumbuh dan naik kelas,” tuturnya.

Paulina mengatakan dirinya ingin membawa pengalaman dan kompetensi yang diperoleh selama berada di Yogyakarta ke Barito Timur. Ia berharap dapat menunjukkan bahwa anak muda dari daerah juga memiliki peluang untuk bersaing di tingkat nasional.

“Saya ingin mematahkan pandangan bahwa anak daerah memiliki keterbatasan kualitas,” ucapnya.

Untuk melanjutkan pendidikan S2, Paulina saat ini menghadapi kendala pembiayaan. Ia memperkirakan kebutuhan biaya pendidikan Magister Manajemen di UAJY berkisar Rp40 juta hingga Rp60 juta, di luar kebutuhan tempat tinggal dan biaya hidup sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Menurut Paulina, modal yang dimilikinya dari usaha mikro masih digunakan untuk operasional dan pengembangan usaha sehingga belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan pascasarjana.

Karena itu, ia berupaya mencari sejumlah alternatif pembiayaan, termasuk beasiswa pemerintah, beasiswa dari lembaga atau mitra serta dukungan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Barito Timur.

Paulina berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap rencana pendidikannya. Ia menilai dukungan tersebut akan membantunya meningkatkan kapasitas sebelum kembali mengembangkan usaha dan kegiatan pemberdayaan UMKM di daerah asalnya.

Jika mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan, Paulina menargetkan pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya dapat diterapkan untuk pengembangan kewirausahaan di Barito Timur.

“Saya siap bersaing tidak hanya bermodalkan teori, tetapi dengan bukti rekam jejak eksekusi di lapangan,” tegasnya.

Paulina mengatakan pencapaian sebagai lulusan terbaik S1 bukan akhir dari proses yang dijalaninya. Ia ingin melanjutkan pendidikan, memperluas pengalaman profesional dan mengembangkan kemampuan bisnis sebelum membawa kompetensi tersebut kembali ke Barito Timur.

“Setelah membuktikan diri sebagai lulusan terbaik di tingkat S1, sekarang saya ingin membuktikan bahwa seorang anak daerah dari Barito Timur sanggup mengombinasikan pengalaman lapangan, wawasan profesional dan ilmu akademis tingkat magister untuk menjadi wirausahawan yang tangguh,” ujarnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)