PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi SMKN 5 Palangka Raya. Hal tersebut disampaikan pihak sekolah saat menerima kunjungan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, dalam agenda Reses Perseorangan.

Selain membutuhkan perbaikan pagar sekolah, pihak SMKN 5 Palangka Raya menyampaikan sejumlah kebutuhan yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran. Di antaranya kekurangan ruang kelas, alat praktik Teknik Sepeda Motor, serta kamera untuk mendukung pembelajaran jurusan Desain Komputer.

Keterbatasan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena SMKN 5 Palangka Raya merupakan sekolah kejuruan yang mengandalkan pembelajaran praktik untuk membekali siswa dengan keterampilan sesuai bidang masing-masing.

Faridawaty mengatakan kebutuhan sarana praktik menjadi perhatian penting karena pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teori.

“Sekolah kejuruan membutuhkan fasilitas praktik yang memadai. Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk belajar menggunakan peralatan yang sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga keterampilan mereka benar-benar siap digunakan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Faridawaty, Minggu, 30 Agustus 2026.

Ia juga menilai kekurangan ruang kelas perlu menjadi perhatian agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan efektif.

Menurutnya, aspirasi terkait fasilitas pendidikan tersebut akan menjadi catatan dalam pelaksanaan reses untuk selanjutnya didorong sesuai kewenangan pemerintah daerah dan kemampuan anggaran.

“Kita ingin sarana pendidikan terus diperkuat, bukan hanya bangunan, tetapi juga peralatan yang menunjang kompetensi siswa,” tegasnya. (MARINI/y)