BORNEONEWS, Sampit – Kontingen Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tampil dominan dengan memborong juara hampir seluruh kategori dalam Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digelar di MAN Barito Selatan Plus Keterampilan, Buntok.
"Dari enam kategori yang diikuti, kontingen Kotim berhasil memborong gelar juara di hampir seluruh kategori tersebut," kata Ketua Forum MGMP Bahasa Arab Kalimantan Tengah, Fahrizal, Selasa, 1 September 2026.
Fahrizal mengatakan Kotim mengikuti OBA ke-9 pada enam kategori, yakni SMA Berasrama, SMP Non-Asrama, SD, MA Non-Asrama, MTs Non-Asrama, dan Guru.
Adapun capaian kontingen Kotim dalam OBA ke-9 Tingkat Provinsi Kalteng yaitu, pada kategori SMA Berasrama, Juara 1 dan Juara 3 diraih peserta dari SMA IT Arafah. Kemudian kategori SMP Non-Asrama berhasil didominasi peserta dari SMP IT Arafah dengan meraih Juara 1, Juara 2, dan Juara 3. Pada kategori SD, peserta dari SD IT Arafah meraih Juara 1, Juara 3, dan Juara Harapan 1.
Sementara itu, pada kategori MA Non-Asrama, Juara Harapan 1 diraih peserta dari MAN Kotim Plus Keterampilan. Untuk kategori Guru, Juara 1 diraih guru dari SMP IT Aligarh dan Juara 3 diraih guru dari SMP IT Arafah. Sedangkan pada kategori MTs Non-Asrama, peserta asal Kotim turut berpartisipasi, tetapi belum berhasil meraih gelar juara.
Fahrizal menilai keberhasilan kontingen Kotim tidak lepas dari ketekunan dan kesiapan peserta dalam mengikuti perlombaan. Menurutnya, ketenangan peserta saat mengerjakan soal juga menjadi salah satu faktor yang mendukung capaian tersebut.
"Mereka juga tenang, sehingga ketika mengerjakan soal olimpiade jadi lebih fokus dan bisa berpikir jernih," ujarnya.
Ia menyebut SMA IT Arafah, SMP IT Arafah, dan SD IT Arafah saat ini menjadi lembaga yang mendominasi perolehan juara dalam ajang OBA. Meski demikian, Fahrizal berharap prestasi tersebut dapat mendorong lebih banyak sekolah Islam di Kotim untuk mengikuti OBA pada tahun berikutnya.
"Mengingat sebenarnya masih banyak sekolah Islam di Kotim belum berpartisipasi pada event ini, tahun depan seharusnya bisa lebih banyak yang ikut," katanya.
Fahrizal menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing dan siswa asal Kotim yang berhasil meraih prestasi.
Menurutnya, OBA tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana bagi guru Bahasa Arab untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan.
"Bahasa Arab mempersatukan kita di bawah bahasa Al-Qur'an. Sebagai guru, dengan menjadi pembimbing dan peserta olimpiade, kita jadi sadar sebatas mana kualitas dan kapasitas kita selama ini, dan jadi termotivasi untuk terus belajar hal baru guna meningkatkan kualitas dan kapasitas diri sebagai guru Bahasa Arab," bebernya.
Lanjutnya, peraih juara 1 dari setiap kategori dipastikan melaju ke Olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional. Selain itu, juara 2 kategori SMP serta juara 1 dan juara 1 hingga harapan 1 kategori Guru juga berpeluang naik mewakili Kalteng ke tingkat nasional.
Fahrizal mengajak seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah menjadikan OBA sebagai ajang bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Bahasa Arab.
"Ini adalah wadah yang sangat bermanfaat untuk membantu kita bertumbuh dalam pendidikan Bahasa Arab di daerah kita masing-masing. Semoga prestasi Kotim pada OBA ke-9 dapat memacu semangat kabupaten/kota lain untuk berkompetisi pada OBA ke-10 yang akan digelar di Palangka Raya tahun depan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









