BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu prioritas yang diakomodasi dalam Perubahan APBD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Tahun Anggaran 2026.
Anggota DPRD Kobar Yayang Desyareni menyampaikan, terdapat penambahan belanja tidak terduga sebesar Rp15 miliar dari pemerintah pusat untuk penanganan karhutla.
Hal tersebut disampaikan Yayang Desyareni saat membacakan hasil rapat gabungan Komisi-Komisi DPRD Kobar bersama Pemkab Kobar dalam Rapat Paripurna Ke-7 DPRD Kobar.
“Penambahan belanja daerah pada belanja tidak terduga sebesar 15 milyar dari pemerintah pusat untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan,” jelas Yayang Desyareni.
Penanganan karhutla menjadi bagian dari penyesuaian belanja prioritas dalam perubahan APBD karena berkaitan dengan permasalahan aktual yang berkembang di daerah.
Selain penanganan karhutla, perubahan APBD juga mengakomodasi pergeseran dan tambahan belanja prioritas yang mendesak serta mencakup aspirasi masyarakat.
Secara keseluruhan, belanja daerah Kobar pada Perubahan APBD 2026 meningkat Rp11.731.006.000 dari Rp1.408.654.956.000 menjadi Rp1.420.385.962.000.
Perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang berkembang serta sisa waktu pelaksanaan program, kegiatan dan subkegiatan pada tahun anggaran berjalan. (WAHYU KRIDA/j)









