BORNEONEWS, Palangka Raya - Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zaenul Arifin menyampaikan bahwa situasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kalampangan dan Bukit Rawi saat ini relatif terkendali.
Sementara itu, upaya penanganan terus diperkuat di Kabupaten Pulang Pisau dan sejumlah wilayah lainnya melalui pengerahan personel tambahan serta pemantauan intensif titik api.
Penanganan di lapangan meliputi pemadaman aktif serta pembasahan secara berkelanjutan untuk memastikan bara api tidak menyala kembali.
Langkah ini dilakukan secara konsisten mengingat karakteristik lahan yang rentan terbakar kembali jika tidak ditangani secara menyeluruh.
"Selain upaya pemadaman, langkah pencegahan juga terus ditingkatkan," ungkap Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zaenuk Arifin, Rabu, 23 September 2026.
Edukasi dan imbauan secara langsung disampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Pendekatan ini menjadi kunci penting untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah kebakaran meluas di musim kemarau.
Satgas Darat terus bergerak secara cepat, tepat, dan terukur berkat sinergi yang terjalin antara BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait lainnya.
Koordinasi lintas instansi dan pemantauan berkelanjutan di lapangan memastikan setiap perkembangan situasi dapat segera ditindaklanjuti.
Upaya penanganan juga turut didukung melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah ini diharapkan dapat membantu meredakan kebakaran, menekan potensi meluasnya api, sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang selama ini mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan personel.
"Penanganan karhutla akan terus diintensifkan demi melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan dampak buruk kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/H)









