KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Data Pos Lapangan (Poslap) dalam evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Kapuas menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah. Poslap Kapuas Tengah mencatat 56 kejadian dengan 3.882 hotspot, sementara Poslap Tabore mencatat 13.171 hotspot dengan 31 kejadian.

Data tersebut dipaparkan Kepala BPBD Kapuas Pangeran S. Pandiangan dalam rapat evaluasi status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla, Selasa, 29 September 2026. Untuk Kapuas Tengah, penanganan dilakukan melalui patroli, sosialisasi dan pemadaman darat.

Poslap Kapuas Tengah didukung satu unit mobil tangki, dua kendaraan operasional, 10 kendaraan roda dua dan empat unit mesin pompa. Namun, penanganan di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, sumber air serta akses menuju lokasi karhutla.

“Hotspot 3.882 titik, kejadian 56 kali,” kata Pangeran dalam pemaparan data Poslap Kapuas Tengah.

Sementara itu, Poslap Tabore mencatat angka hotspot paling besar dalam data Poslap yang dipaparkan, yakni 13.171 titik dengan 31 kejadian. Penanganan di wilayah tersebut juga dilakukan melalui patroli, sosialisasi dan pemadaman darat, dengan kendala sarana, sumber air dan akses menuju lokasi.

Poslap lainnya juga mencatat puluhan kejadian. Timpah dan Dadahup masing-masing mencatat 47 kejadian, sedangkan Kapuas Murung mencatat 40 kejadian. Data hotspot masing-masing tercatat 2.399 titik di Timpah, 1.511 titik di Dadahup dan 6.687 titik di Kapuas Murung.

Secara umum, evaluasi Poslap menunjukkan keterbatasan sarana dan prasarana, kesulitan mendapatkan sumber air serta akses menuju lokasi masih menjadi kendala dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kapuas. (SABRIANOOR/j)