PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Area gambut yang terbuka di kawasan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan kawasan tersebut.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan restorasi dilakukan sebagai bagian dari upaya mempertahankan fungsi ekologis kawasan, tidak sekadar mengembalikan tutupan vegetasi.

“Yang dilakukan salah satunya adalah restorasi area gambut yang terbuka,” kata Henky kepada Borneonews pada Selasa, 29 September 2026.

Menurut Henky, pengelolaan kawasan dilakukan melalui sejumlah kegiatan yang saling berkaitan. Selain restorasi, terdapat patroli dan penjagaan kawasan, pemeliharaan lingkungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pemantauan keanekaragaman hayati.

Langkah tersebut dinilai penting karena keberadaan hutan berkaitan erat dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Kerusakan hutan dapat memengaruhi fungsi ekologis yang menopang kehidupan masyarakat.

“Kawasan tersebut tidak hanya dijaga untuk mempertahankan tutupan hutan, tetapi juga untuk menjaga fungsi ekologisnya,” ujarnya.

Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian memiliki luas sekitar 3.006 hektare dan dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Henky mengatakan hutan memiliki sejumlah fungsi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain menyediakan air dan pangan, kawasan hutan juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa.

Di sisi lain, kawasan perairan di sekitar hutan menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Kondisi tersebut membuat kelestarian hutan dan perairan memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan.

“Jika hutan rusak, persoalannya bukan hanya hilangnya tutupan pohon. Dampaknya dapat merembet pada sumber air, ekosistem perairan, sumber pangan dan keanekaragaman hayati,” katanya.

Karena itu, restorasi gambut menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan kawasan. Upaya tersebut diarahkan agar fungsi ekologis hutan tetap terjaga sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya yang dimanfaatkan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/y)