PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Pengelolaan kawasan hutan membutuhkan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan fungsi ekologis tetap terjaga.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan pemantauan menjadi salah satu bagian dari pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian.

Tidak hanya kondisi kawasan yang dipantau, tetapi juga keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya.

Pada 2024, pemantauan KTH Komunitas Karya Masoraian mengestimasi keberadaan 21 individu orangutan serta mencatat 82 jenis burung.

“Keberadaan satwa menjadi salah satu gambaran penting bahwa kawasan masih memiliki fungsi sebagai habitat,” ujar Henky kepada Borneonews pada Rabu, 30 September 2026.

Kawasan seluas sekitar 3.006 hektare itu dikelola dengan melibatkan 213 anggota.

Menurut Henky, pemantauan juga penting untuk melihat perubahan kondisi kawasan dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, pengelolaan tidak hanya bersifat reaktif ketika terjadi kerusakan, tetapi dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan. (TESTI PRISCILLA/j)