PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Di tengah rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat, Pemerintah Kabupaten Kobar memilih menengok kembali jejak para pendahulu.

Bukan lewat seremoni semata, tetapi melalui ziarah ke makam para pendiri daerah dan sultan yang pernah memimpin Kerajaan Kutawaringin, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Wakil Bupati Kobar, Suyanto, memimpin ziarah yang diikuti jajaran pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Bagi Suyanto, ziarah itu menjadi pengingat bahwa perjalanan Kobar hari ini tidak berdiri sendiri. Ada sejarah panjang yang dibangun dari masa kerajaan hingga kemudian bertransformasi menjadi pemerintahan daerah otonom.

“Pemerintah daerah bersama jajaran Forkopimda melakukan ziarah kepada makam pendiri Kabupaten Kotawaringin Barat, termasuk para sultan yang pernah memimpin Kerajaan Kutawaringin sampai saat ini dipimpin pemerintah otonom. Sehingga Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sudah berusia 67 tahun,” ujar Suyanto.

Ia menilai, penghormatan terhadap para pendiri bukan hanya soal mengenang nama dan sejarah.

Ada nilai perjuangan, pengabdian dan tanggung jawab yang perlu diteruskan oleh generasi saat ini.

“Kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya, memberikan takzim kita sebagai generasi sekarang untuk para perintis dan pendiri Kabupaten Kotawaringin Barat,” katanya.

Dalam momentum HUT ke-67, Suyanto berharap semangat para pendahulu dapat menjadi inspirasi untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Kolaborasi menjadi bagian penting agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah kebakaran hutan dan lahan.

Suyanto berharap kondisi tersebut dapat segera ditangani agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Kita berharap hambatan, khususnya bencana karhutla yang dialami masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat akhir-akhir ini, dapat segera terselesaikan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal,” tuturnya.

Ia menambahkan, setelah berbagai hambatan dapat dilalui, pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat harus kembali bergerak mempercepat pembangunan.

Bagi Pemkab Kobar, Hari Jadi ke-67 bukan hanya penanda bertambahnya usia daerah.

Momentum itu juga menjadi ruang untuk melihat ke belakang, mengingat siapa yang membuka jalan, lalu melanjutkan perjuangan tersebut melalui kerja nyata untuk masyarakat. (NURITA/J)