SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyalurkan bantuan 100 paket sembako untuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di enam kecamatan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap relawan yang turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan tersebut disalurkan kepada MPA dari Kecamatan Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang, Bukit Santuai dan Parenggean.

"Kami menyalurkan 100 paket sembako untuk MPA 6 kecamatan," kata Halikinnor.

Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada para camat yang telah membentuk MPA sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di wilayah masing-masing.

Ia berterima kasih kepada masyarakat yang tergabung dalam MPA karena tetap terlibat membantu penanganan karhutla. Meskipun bantuan yang diberikan pemerintah belum seberapa dibandingkan dengan peran mereka di lapangan.

"Saya atas nama pribadi dan Pemkab Kotim terima kasih kepada Masyarakat Peduli Api ini yang walaupun tidak seberapa kita bantu. Itu hanya bentuk perhatian pemerintah," ujarnya.

Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi kecamatan untuk mengajukan kebutuhan penanganan karhutla selama status tanggap darurat masih berlaku. Kebutuhan tersebut dapat berupa peralatan seperti alkon yang nantinya masih dapat dimanfaatkan kembali ketika terjadi kebakaran lahan.

"Saya juga minta lewat BPBD, lewat Sekda juga silakan Pak Camat mengajukan. Di lain yang sudah dibantu pada saat rapat perpanjangan dulu saya bantu anggaran tiap kecamatan," katanya.

Ia menyebut dukungan anggaran juga diberikan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah. Salah satu kecamatan yang mendapat bantuan lebih besar adalah Pulau Hanaut karena kondisi wilayahnya dinilai cukup sulit dalam penanganan karhutla.

Selain dukungan dari pemerintah daerah, Kotim sebelumnya juga mendapat bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk penanganan kondisi darurat.

"Ini kemarin juga diberikan dana bantuan pusat Rp15 miliar. Silakan kecamatan mengajukan keperluan untuk penanganan karhutla saat status kita tanggap darurat," kata Halikinnor.

Ia menilai kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menghadapi karhutla ke depan. Kebutuhan sarana dan prasarana pemadaman harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan potensi kebakaran.

Halikinnor mengatakan, dari sisi armada, kemampuan penanganan karhutla di Kotim kini semakin bertambah. Selain bantuan pemerintah pusat, dukungan juga datang dari TNI.

"Ternyata armada kita banyak, ada bantuan Presiden dari 100 mobil pemadam itu, kita diberikan 10 mobil pemadam. Lalu dibantu dari Korem ada 3," tambahnya.

Menurutnya, keberadaan MPA tetap penting karena masyarakat merupakan salah satu unsur yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran. Sinergi antara pemerintah, petugas dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah api meluas. (DEWI PATMALASARI/H)