KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Danau Sembuluh pada Sabtu, 3 Oktober 2026, bukan hanya menjadi hamparan air yang membingkai kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Di Dermaga PISEW Taman Air Telaga Bintang, kawasan itu berubah menjadi ruang pertemuan budaya, seni dan harapan baru bagi pariwisata Seruyan melalui Danau Sembuluh Ethnic Festival 2026.

Festival tersebut membawa pesan bahwa budaya lokal tidak cukup hanya dikenang. Ia perlu dirawat, diperkenalkan dan diberi ruang agar tetap hidup di tengah generasi muda.

Pesan itu disampaikan Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sukardi, saat membuka kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap budaya dan kearifan lokal terus terjaga serta semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda. Budaya merupakan kekayaan daerah yang harus kita rawat dan lestarikan bersama,” ujar Bupati.

Di balik panggung festival, ada harapan yang lebih besar.

Danau Sembuluh diharapkan tidak hanya dikenal sebagai bagian dari bentang alam Seruyan, tetapi juga berkembang menjadi ruang wisata yang hidup dengan seni, tradisi, produk lokal dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, festival ini tidak ditempatkan sebatas sebagai hiburan tahunan.

Pemkab Seruyan melihatnya sebagai salah satu jalan untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pelaku UMKM dan produk lokal mendapat ruang untuk diperkenalkan. Komunitas budaya mendapat panggung untuk menunjukkan identitas daerah. Sementara generasi muda diajak lebih dekat dengan warisan yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.

Menurut Bupati, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas hingga generasi muda dinilai memiliki peran untuk menjaga agar seni, tradisi dan kearifan lokal tidak perlahan hilang.

Kolaborasi itu juga penting jika Danau Sembuluh ingin dikembangkan sebagai salah satu destinasi unggulan Seruyan.

Sebuah festival, dalam konteks ini, menjadi lebih dari sekadar keramaian. Ia dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal daerah, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari potensi yang mereka miliki.

Pemkab Seruyan berharap Danau Sembuluh Ethnic Festival dapat terus tumbuh dan menjadi agenda budaya serta pariwisata yang dinanti setiap tahun.

Semakin besar festival berkembang, semakin luas pula peluang memperkenalkan seni, budaya, produk lokal dan kekayaan Danau Sembuluh kepada masyarakat dari luar daerah.

Di tepian danau itu, budaya tidak hanya dipertontonkan. Ia sedang dicoba untuk dihidupkan kembali sebagai identitas, daya tarik wisata, sekaligus sumber harapan bagi ekonomi masyarakat. (FAHRUL/j)