BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perpanjangan keempat ini berlaku selama 14 hari, mulai 3 hingga 16 Oktober 2026.
Perpanjangan status tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Bupati Kobar Hj Nurhidayah yang juga menjabat sebagai Dansatgas Penanganan Karhutla Kobar. Keputusan ini diambil karena sejumlah titik api masih cukup besar dan membutuhkan penanganan intensif. Bahkan data terakhir, luasan lahan terbakar mencapai 2.887,4 hektare.
Kalaksa BPBD Kobar sekaligus Wadansatgas Penanganan Karhutla, Samuel, mengatakan salah satu lokasi yang masih menjadi perhatian berada di ruas jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, tepatnya kawasan Mendawai Seberang sekitar Kilometer 8 hingga 9.
“Api di sana cukup besar dan lokasinya lebih dari 2 kilometer dari jalan poros. Kondisi ini menyulitkan petugas dalam melakukan penanganan,” kata Samuel, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurutnya, kebakaran awalnya terjadi di kawasan hutan dan semak belukar yang tidak terdapat perkebunan masyarakat. Namun, kobaran api kini semakin mendekati lahan perkebunan milik masyarakat sehingga membutuhkan penanganan lebih cepat.
“Awalnya yang terbakar kawasan hutan atau semak belukar dan tidak ada kebun masyarakat. Namun sekarang semakin dekat ke kebun masyarakat,” ujarnya.
Samuel mengungkapkan, salah satu kendala utama yang dihadapi petugas adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Kondisi medan juga membuat kendaraan pemadam yang membawa suplai air tidak dapat menjangkau titik kebakaran.
“Sumber air di lokasi terbatas. Mobil pemadam untuk menyuplai air juga tidak bisa masuk ke lokasi,” jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan, petugas tetap berjibaku melakukan pemadaman dengan menggunakan mesin portable. Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk mengambil sumber air yang tersedia di sekitar lokasi dan mengalirkannya ke titik api.
Samuel berharap upaya tersebut dapat menekan kobaran api dan mencegah kebakaran meluas ke lahan masyarakat.
“Mudah-mudahan bisa ditangani. Petugas terus berjibaku menggunakan mesin portable untuk mengambil air yang ada di lokasi pemadaman,” pungkasnya. (DANANG/y)









