PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengingatkan para guru agar memperhatikan kemampuan peserta didik dalam memberikan tugas selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menurut Jayani, penerapan PJJ di tengah kondisi kabut asap harus tetap memperhatikan beban belajar yang diterima siswa. Guru diminta tidak menjadikan PJJ sebagai alasan untuk memberikan tugas dalam jumlah berlebihan.

“Jangan memberi tugas melebihi kemampuan anak,” kata Jayani, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia mengatakan, pembelajaran jarak jauh seharusnya tetap dirancang sesuai dengan kondisi peserta didik. Tugas yang diberikan harus dapat dikerjakan siswa dengan kemampuan dan fasilitas yang mereka miliki di rumah.

Jayani juga mengingatkan agar guru tidak hanya mengejar penyelesaian materi pembelajaran. Kondisi siswa selama PJJ juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan metode maupun beban tugas.

Menurutnya, dukungan orang tua juga diperlukan selama PJJ. Namun, beban pembelajaran tidak boleh sepenuhnya berpindah kepada orang tua karena tugas utama tetap berada pada proses pendampingan pendidikan oleh sekolah dan guru.

Terlebih, PJJ diterapkan sebagai bagian dari langkah penyesuaian pembelajaran terhadap kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka secara normal.

Jayani menegaskan, kualitas pembelajaran tetap harus dijaga meskipun dilakukan dari rumah. Guru diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang efektif, terukur, dan tidak membebani peserta didik.

Ia berharap penerapan PJJ dapat berjalan dengan baik dan tetap memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai kemampuan mereka tanpa tekanan tugas yang berlebihan.

“Yang penting pembelajaran tetap berjalan, tetapi jangan sampai anak terbebani karena tugas yang diberikan melebihi kemampuan mereka,” tegas Jayani. (MARINI/Y)