BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Desa Hampatung, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu, 7 Oktober 2026, sempat mengancam permukiman warga.
Api yang membakar lahan tersebut dilaporkan menjalar hingga mendekati kawasan permukiman. Jarak kobaran api dengan rumah warga bahkan disebut hanya sekitar 5 meter saat tim gabungan tiba di lokasi.
Kepala BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 12.45 WIB. Setelah menerima informasi, tim gabungan kemudian bergerak dari Posko Induk menuju lokasi.
“Informasi diterima pukul 12.45 WIB. Tim gabungan bergerak dari Posko Induk pukul 13.07 WIB,” kata Pangeran S. Pandiangan.
Setianya di lokasi, kondisi kebakaran sudah cukup mengkhawatirkan. Api telah menjalar ke arah permukiman dan berjarak sekitar 5 meter dari rumah warga.
Namun, kesigapan tim gabungan di lapangan berhasil mencegah kobaran api terus merambat ke kawasan permukiman. Penanganan dilakukan untuk memutus potensi penjalaran api sekaligus mengendalikan titik kebakaran.
“Api sudah menjalar ke permukiman hingga jarak hanya 5 meter. Karena sigap, tim dapat menanggulangi sehingga tidak menjalar ke pemukiman,” ujar Pangeran.
BPBD Kapuas mencatat luasan lahan yang terbakar dalam kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Penanganan berlangsung hingga kondisi di lapangan dinilai aman dan terkendali.
Hingga pukul 18.00 WIB, tim gabungan telah menyelesaikan penanganan dan kembali ke Posko Induk dalam kondisi aman. Pangeran memastikan situasi setelah penanganan tersebut terkendali, sementara perhatian tetap diperlukan terhadap potensi munculnya kembali api di kawasan yang terbakar. (SABRIANOOR/H)









