TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Bantai Karau, Desa Lebo, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kamis, 8 Oktober 2026, menghadapi tantangan dari kondisi lahan yang terbakar. Api tidak hanya melahap semak belukar dan tanaman sawit tetapi juga membakar bagian bawah lahan yang memiliki karakteristik tanah mineral dan gambut sedang.

Kepala KPHP Barito Hilir Zainal Abidin mengatakan kondisi tersebut membuat tim harus bergerak cepat agar api tidak meluas. Kebakaran diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya titik api dan tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Tim bergerak menuju lokasi kebakaran dan segera melakukan pemadaman,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, tim berhasil memadamkan sekitar 1 hektare. Kebakaran berlangsung pada vegetasi semak belukar dan tanaman sawit dengan tipe kebakaran atas dan bawah.

Kondisi lahan yang terdiri atas tanah mineral dan gambut sedang menjadi salah satu perhatian dalam penanganan. Api yang membakar bagian atas sekaligus bagian bawah lahan berpotensi menyulitkan proses pemadaman apabila bara masih bertahan di bawah permukaan.

Pemadaman berlangsung mulai pukul 12.55 WIB hingga 15.40 WIB. Tim yang diterjunkan terdiri atas Regu MPA Pengembara Posko 1 dan Posko 2, Poslap Dusun Tengah, Brimob, Polsek Dusun Tengah serta Damkar Pemkab Barito Timur.

Untuk menjangkau dan mengendalikan titik api, tim mengerahkan dua mobil operasional dan satu mesin pompa Honda 160GX 5 HP. Peralatan lainnya berupa dua selang hisap, tujuh roll selang penghantar 1,5 inci, enam HT dan lima masker.

Sumber air untuk pemadaman berasal dari tangki Damkar Pemkab Barito Timur. Jarak sumber air tersebut sekitar 100 meter dari titik api sehingga menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemadaman di lapangan.

Zainal mengatakan meski kondisi kebakaran cukup menantang karena api terjadi di bagian atas dan bawah lahan, tim tidak menghadapi kendala berarti selama operasi.

“Situasi terakhir sudah padam dan tidak ada kendala di lapangan,” ujarnya.

Kebakaran tersebut terjadi di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Setelah pemadaman dilakukan, tim memastikan kondisi terakhir di lokasi dalam keadaan padam dan tidak ada lagi api yang terlihat. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)