BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya merilis data terbaru terkait perkembangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut sejak penetapan status Siaga Darurat pada awal Juni hingga awal Oktober 2026.
Angka kejadian dan luas lahan yang terbakar menunjukkan betapa besarnya dampak bencana yang terus dihadapi kota ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan bahwa sejak ditetapkannya status Siaga Darurat Karhutla per 1 Juni 2026 hingga 10 Oktober 2026, tercatat sebanyak 855 kejadian kebakaran hutan dan lahan di lima kecamatan yang ada di Kota Palangka Raya.
"Dari penetapan status Siaga Darurat Karhutla tanggal 1 Juni 2026 sampai dengan 10 Oktober 2026, telah terjadi 855 kejadian karhutla dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1.420,51 hektar," jelas Heri Fauzi, Minggu 11 Oktober 2026.
Secara rinci, distribusi kejadian terbesar berada di Kecamatan Jekan Raya dengan 513 kejadian.
Diikuti oleh Kecamatan Sebangau sebanyak 178 kejadian, Kecamatan Bukit Batu 83 kejadian, Kecamatan Pahandut 76 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit mencatat 5 kejadian kebakaran.
Data ini menunjukkan bahwa tekanan terbesar penanganan karhutla saat ini berada di kawasan Jekan Raya dan Sebangau.
Heri Fauzi menegaskan bahwa angka ini menggambarkan betapa pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan.
Meskipun tim gabungan terus bekerja siaga 24 jam, upaya pemadaman akan lebih efektif jika tidak muncul titik-titik api baru akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
"Kami memahami bahwa kondisi cuaca dan jenis tanah gambut di wilayah kita memang sangat rentan terbakar. Namun tetap saja, sebagian besar titik api bermula dari aktivitas manusia. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama di samping upaya pemadaman yang terus kami lakukan," ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk keperluan apa pun, sekecil apa pun.
Warga diminta segera melaporkan jika melihat asap atau api di lingkungan sekitar melalui Call Center 112 atau menghubungi posko terdekat agar dapat segera ditangani sebelum menjalar lebih luas.
BPBD Palangka Raya akan terus memperkuat patroli, penyuluhan, dan koordinasi dengan TNI, Polri, serta instansi terkait.
"Semoga dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak, angka kejadian karhutla dapat menurun dan kondisi di Kota Palangka Raya segera membaik," pungkasnya. (PATHUR/H)









