BORNEONEWS, Palangka Raya - Panglima Kodam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menyampaikan harapan tulus kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar bersama-sama berhenti membakar lahan untuk keperluan pembukaan lahan.
Ajakan ini disampaikan sebagai langkah konkret dan paling mendasar untuk memutus rantai terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang.
"Saya tetap berharap kepada masyarakat untuk tidak lagi membakar lahan untuk membuka lahan," ujar Mayjen TNI Zainul Arifin, Minggu 11 Oktober 2026.
Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers dan media massa, untuk turut aktif menyosialisasikan pentingnya berhenti membakar lahan.
Peran media dinilai sangat strategis agar pesan pencegahan dapat sampai dan dipahami oleh masyarakat luas di seluruh penjuru daerah.
"Kemudian saya juga mengajak kepada masyarakat dan ke para media untuk mensosialisasikan kembali agar tidak membakar lahan," tambahnya.
Ia menekankan bahwa penanganan masalah karhutla bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama.
Untuk itu, tidak perlu ada sikap saling menyalahkan antar pihak, melainkan bergandengan tangan bekerja sama menjaga kondusivitas lingkungan.
"Kita tidak perlu saling menyalahkan, tapi kita bekerja bersama untuk menjaga suasana di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah khususnya, supaya kabut asap ini bisa kita kendalikan semuanya," tegas Pangdam.
Ia berharap upaya penanganan karhutla menjadi kerja bersama seluruh komponen bangsa. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif semua pihak, diharapkan masalah kabut asap yang selama ini mengganggu dapat segera terselesaikan dengan baik.
"Ini kerja kita semua, supaya kabut asap ini bisa cepat terselesaikan," ucapnya.
Selain mengajak masyarakat, Kodam XXII Tambun Bungai juga terus melakukan evaluasi menyeluruh terkait penanganan karhutla yang telah dilaksanakan.
Pangdam membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun masukan yang konstruktif guna memperbaiki penanganan ke depan.
"Apa yang kurang, dan informasi atau masukan masyarakat terkait karhutla tentunya akan kami dengarkan dan dibahas dalam rapat evaluasi," pungkas Mayjen TNI Zainul Arifin. (PATHUR/H)









