PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Desa Sungai Melawen di Kecamatan Pangkalan Lada dan Kelurahan Candi di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mewakili Kalimantan Tengah dalam Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026.

Keduanya telah lolos seleksi administrasi dan mengikuti tahapan pemaparan serta wawancara sebagai calon juara nasional.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan kedua wilayah membawa sejumlah inovasi yang berkaitan dengan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan ketahanan wilayah.

“Keduanya telah mengikuti tahapan pemaparan dan wawancara dengan membawa berbagai inovasi dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan wilayah,” kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin, 12 Oktober 2026.

Desa Sungai Melawen mengandalkan sejumlah inovasi digital, salah satunya Kolak Kaurum, yakni layanan komunikasi dan konsultasi berbasis WhatsApp yang memudahkan warga berinteraksi dengan aparatur desa.

Selain itu, terdapat Ladamas sebagai sistem pengaduan dan penjaringan aspirasi masyarakat yang terintegrasi dengan Badan Permusyawaratan Desa.

Di sektor kesehatan, Sungai Melawen mengembangkan Ladudu untuk mendukung pendataan enam Standar Pelayanan Minimal di posyandu, termasuk pemantauan kesehatan balita dan lanjut usia.

Desa tersebut juga mengoptimalkan situs web sebagai sarana keterbukaan informasi dan statistik desa serta tercatat sebagai Desa Cinta Statistik.

Sementara Kelurahan Candi membawa program yang berfokus pada ketahanan pangan keluarga, lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.

Salah satunya melalui program Aku Hatinya PKK untuk mendorong pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif.

Kelurahan Candi juga mendorong pemilahan dan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga, terutama karena kawasan Kumai menjadi salah satu pintu menuju Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam bidang kebencanaan, warga juga dibekali pelatihan mitigasi dan pencegahan bencana dengan dukungan BPBD Kotawaringin Barat.

Nurhidayah berharap inovasi yang dibawa kedua wilayah tersebut dapat memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kemandirian masyarakat, serta menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain.