PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Kabupaten Murung Raya dibekali keterampilan budi daya dan pengolahan jamur tiram sebagai alternatif usaha rumahan yang dinilai memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 20 peserta dari kalangan masyarakat umum, kelompok tani, dan pelaku UMKM lokal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Murung Raya Roy Chahyadi mengatakan keterampilan tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat.

“Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” kata Roy dalam keterangannya, Senin, 12 Oktober 2026.

Peserta tidak hanya mendapat pelatihan teknik budi daya, tetapi juga pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk pangan.

Mereka dibimbing mulai dari penyiapan media tanam, perawatan hingga proses panen jamur tiram.

Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan dasar manajemen keuangan untuk membantu menghitung biaya produksi, mengatur modal serta mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Murung Raya Andrie Ucan Kukui mengatakan jamur tiram dipilih karena relatif mudah dibudidayakan dan tidak membutuhkan lahan luas.

Kondisi tersebut membuat komoditas ini dinilai sesuai untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga.

Jamur tiram juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan sehingga pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada penjualan dalam bentuk segar.

Pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah dinilai dapat memperluas pilihan pasar sekaligus meningkatkan nilai jual.

Pemkab Murung Raya berharap peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk merintis maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Pengembangan usaha jamur tiram juga diharapkan mendorong tumbuhnya wirausaha baru serta memperkuat peran UMKM dalam perekonomian masyarakat.