SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara menyiagakan rumah oksigen di rumah sakit dan puskesmas sebagai antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes Sukamara Ari Junita mengatakan layanan tersebut sudah diberlakukan sejak awal September dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

“Layanan rumah oksigen telah diberlakukan sejak awal September dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan,” kata Ari di Sukamara, Senin, 12 Oktober 2026.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen tetap harus menjalani pemeriksaan tenaga kesehatan agar penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Selain menyiagakan rumah oksigen, Dinkes Sukamara juga rutin menggelar Cek Kesehatan Gratis serta menempatkan tenaga kesehatan dalam tim posko penanganan karhutla.

Ari mengatakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di Sukamara masih relatif terkendali, meski jumlahnya meningkat dibanding kondisi normal.

“Untuk ISPA sampai dengan minggu pertama bulan Oktober ini memang ada peningkatan kasus, tetapi tidak signifikan dibandingkan kasus ISPA pada minggu ketiga bulan September,” ujarnya.

Dinkes Sukamara mencatat hingga minggu ketiga September terdapat 437 kasus ISPA.

Menurut Ari, secara umum tren kasus mulai melandai. Namun, jumlahnya masih lebih tinggi dibanding kondisi normal di tengah situasi karhutla yang dapat memengaruhi kualitas udara.

Masyarakat juga diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas, memperbanyak minum air putih, mencukupi waktu istirahat, serta menjaga daya tahan tubuh.