BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan merilis data terbaru penanganan kebakaran hutan dan lahan per periode 30 September hingga 8 Oktober 2026.
Sebanyak 663,15 hektar lahan yang terbakar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim penanggulangan karhutla yang bekerja siaga di lapangan.
Luas lahan yang berhasil dipadamkan tersebar di 13 kabupaten dan kota, terutama di kawasan lahan gambut yang dikenal sulit dan membutuhkan penanganan ekstra.
"Selama periode 30 September sampai dengan 8 Oktober 2026, tim gabungan berhasil memadamkan lahan seluas 663,15 hektar. Penanganan difokuskan pada kawasan lahan gambut yang memang memiliki karakteristik unik dan memerlukan upaya lebih besar agar api benar-benar padam," ujar Agustan Saining, Selasa 13 Oktober 2026.
Secara rinci, Kabupaten Kapuas mencatat luas terbesar yang berhasil dipadamkan yaitu 168,08 hektar.
Disusul Kabupaten Seruyan 138,53 hektar, Kabupaten Pulang Pisau 73,08 hektar, dan Kabupaten Kotawaringin Timur 62,25 hektar.
Wilayah lainnya yang juga mendapat penanganan antara lain Barito Utara 50,45 hektar, Barito Selatan 42,14 hektar, serta Katingan dan Gunung Mas masing-masing sekitar 30 hektar lebih.
Kota Palangka Raya sendiri mencatat 16,52 hektar berhasil dipadamkan, sementara kabupaten lainnya seperti Sukamara, Lamandau, Barito Timur, Murung Raya, dan Kotawaringin Barat juga menunjukkan hasil yang positif berkat kerja sama antar instansi dan dukungan masyarakat setempat.
Agustan Saining menegaskan bahwa meskipun hasil pemadaman terus menunjukkan kemajuan, kewaspadaan tidak boleh menurun.
Lahan gambut menyimpan panas di bawah permukaan yang dapat memicu api kembali jika tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, pasca-pemadaman dan pemantauan tetap dilaksanakan secara berkelanjutan di lokasi-lokasi yang telah ditangani.
"Kita tidak boleh merasa cukup dengan apa yang telah dicapai. Kunci utama agar angka ini terus menurun adalah pencegahan. Kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan untuk keperluan apa pun. Satu titik api yang dicegah jauh lebih baik daripada seratus titik api yang harus dipadamkan," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan.
"Kolaborasi yang erat diharapkan mampu menekan jumlah kejadian karhutla secara signifikan di masa mendatang, sehingga Kalimantan Tengah bebas dari karhutla dan lingkungan tetap terjaga dengan baik," pungkasnya. (PATHUR/H)









