BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Upaya ini dilakukan melalui rapat koordinasi penanggulangan bencana Karhutla secara virtual yang diikuti Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama unsur terkait di Kantor BPBD Kabupaten Seruyan, Selasa, 13 Oktober 2026.
Rapat tersebut turut dihadiri, Kabagops Polres Seruyan Kompol Ari Prasetyo, Plh Sekda Seruyan Bahrun Abbas, Pabung 1015-14 Kodim Sampit Kapten Inf. Supriyono, serta Kasi Pidum Kejari Seruyan Bhima Yogha.
Pembahasan difokuskan pada langkah pencegahan dan penanganan Karhutla, mulai dari pemantauan titik panas, peningkatan patroli di wilayah rawan kebakaran, hingga kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla berjalan efektif.
“Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pemantauan, penyampaian informasi, dan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara terkoordinasi sesuai tugas masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya keterlibatan seluruh pihak, termasuk TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat, sangat diperlukan dalam menanggulangi Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Seruyan.
Melalui koordinasi ini diharapkan kesiapsiagaan semakin meningkat dengan mengutamakan deteksi dini, kesiapan petugas, penguatan komunikasi antarlembaga, serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi kebakaran.
Dengan sinergi seluruh pihak, risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah diharapkan dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan. (FAHRUL/R)









