BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Kebakaran hutan dan lahan melanda sedikitnya lima desa di Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Minggu, 18 Oktober 2026.
Berdasarkan data sementara, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 4 hektare.
Lima lokasi tersebut meliputi Desa Pematang Limau sekitar 1 hektare, Desa Jahitan 0,5 hektare, Desa Muara Dua 1 hektare, Desa Tanjung Rangas 0,5 hektare, dan Desa Baung sekitar 1 hektare.
Satuan Tugas Karhutla melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke kawasan sekitar.
Kapolsek Seruyan Hilir IPDA Eko Andrianto mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas unsur.
“Kami bersama personel gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” kata Eko, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurutnya, laporan cepat dari masyarakat diperlukan agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum api membesar dan menyebar.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering.
Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar diimbau untuk dihindari karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Polsek Seruyan Hilir bersama unsur Satgas Karhutla masih melakukan penanganan melalui pemadaman, pendinginan, koordinasi lintas instansi, dan edukasi kepada masyarakat. (FAHRUL/j)









