BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Desa Lalang, Alfan, berharap pemerintah pusat dan pihak swasta memberikan bantuan kesehatan serta kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut dinilai penting karena masyarakat telah lama menghadapi kabut asap dan sejumlah desa mengalami kekeringan.
Alfan menyebut bantuan yang dibutuhkan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran, tetapi juga perlindungan kesehatan warga. Ia menyoroti kondisi anak-anak dan lanjut usia yang rentan terdampak kualitas udara buruk.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan fasilitas yang dapat membantu mengurangi paparan asap di lingkungan tempat tinggal. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan rumah oksigen dan alat pemurni udara atau air purifier untuk digunakan di rumah-rumah warga.
“Yang pastinya hari ini masyarakat menghirup udara yang kurang sehat. Terutama anak-anak kecil, lansia dan sebagainya, ini banyak terinfeksi ISPA. Harapan kita semacam salah satunya rumah oksigen ataupun air purifier untuk di rumah-rumah dan vitamin,” jelas Alfan.
Selain bantuan kesehatan, ia menyoroti kebutuhan air bersih di sejumlah desa yang mengalami kekeringan. Menurutnya, kondisi tersebut menambah beban masyarakat yang sudah menghadapi dampak kebakaran dan kabut asap.
“Air bersih juga di beberapa desa banyak kekeringan hari ini luar biasa. Jadi harapan kita saling gotong royong,” katanya.
Alfan mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat yang telah menyediakan rumah oksigen bagi masyarakat terdampak. Ia menyebut fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi kabut asap yang berlangsung cukup lama.
“Untuk daerah saat ini sudah luar biasa, ada respons cepatnya, salah satunya membuat rumah oksigen. Jadi sudah hampir tiga bulan ini kita menghirup udara yang tidak segar ini, alhamdulillah pemerintah daerah menurunkan rumah oksigen sampai ke pelosok-pelosok desa,” jelasnya.
Meski demikian, Alfan berharap dukungan tidak hanya datang dari pemerintah daerah. Ia meminta pihak swasta turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan perlindungan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Ia mengaku belum melihat secara langsung bantuan dari pihak swasta yang menjangkau masyarakat secara luas. Namun, ia mendapat informasi bahwa sejumlah pihak mulai bergerak memberikan bantuan.
“Sejauh ini kami belum melihat secara itu menyentuh ke masyarakat, walaupun saya dengar sebagian sudah ada pihak-pihak swasta yang sudah mulai bergerak membantu. Harapan kita kita gotong royonglah bantu juga negara kita,” ujarnya.
Alfan menilai dampak karhutla dan kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat di Kobar. Menurutnya, sejumlah wilayah lain di Kalimantan dan Sumatera juga menghadapi persoalan serupa sehingga penanganannya membutuhkan keseriusan dan dukungan berbagai pihak.
Ia berharap bantuan berupa fasilitas kesehatan, vitamin, air bersih, serta kebutuhan lain dapat disalurkan secara tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat di desa-desa yang terdampak dapat memperoleh dukungan nyata selama kondisi kabut asap belum membaik.
“Jadi kami hadir di sini salah satunya menyampaikan keresahan kami supaya kita semua dapat perhatian. Artinya negara harus serius dan fokus menangani ini,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)









