KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebanyak 212 anggota Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega mengikuti Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kapuas. Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kapuas.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarcab Kapuas, Suwarno Muriyat, Jumat kemarin. JOTA-JOTI menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan keterampilan komunikasi sekaligus memperluas pergaulan dengan sesama Pramuka dari berbagai daerah dan negara.

Tahun ini, JOTA-JOTI mengusung tema “A Peaceful and Inclusive World” atau dunia yang damai dan inklusif. Tema tersebut menekankan pentingnya persahabatan, toleransi, serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Rangkaian pembukaan diawali dengan laporan ketua panitia, kemudian dilanjutkan sambutan Kak Rus yang mewakili Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kapuas. Sejumlah pengurus ORARI turut hadir untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dukungan ORARI Lokal Kapuas menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, terutama dalam memberikan pendampingan teknis kepada peserta untuk mengenal dan mempraktikkan komunikasi melalui radio. Peserta mendapat kesempatan mempelajari cara berkomunikasi yang tertib sesuai ketentuan dan etika komunikasi radio.

Dalam kesempatan itu, Kak Rus menyerahkan surat izin siar dari Kementerian Komunikasi dan Digital kepada Suwarno sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan JOTA-JOTI. Penyerahan tersebut menandai dukungan administratif bagi kegiatan komunikasi radio yang diselenggarakan dalam rangka jambore.

Selain menggunakan radio untuk berkomunikasi dengan sesama anggota Pramuka, peserta juga memanfaatkan internet untuk menjalin interaksi di ruang digital. Kedua sarana tersebut memberikan pengalaman berbeda dalam membangun komunikasi lintas wilayah tanpa terbatas jarak.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan kecakapan digital dan memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak. Interaksi melalui radio dan internet diharapkan melatih kemampuan berkomunikasi, menghargai lawan bicara, serta membangun persahabatan.

Melalui JOTA-JOTI yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026, Pramuka Kapuas diharapkan dapat memperluas wawasan global sekaligus mengembangkan nilai persaudaraan, perdamaian, dan inklusivitas. Kegiatan ini memadukan pembinaan kepramukaan dengan pengenalan teknologi komunikasi yang relevan bagi generasi muda. (SABRIANOOR/j)