BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mendorong pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada pelajar peraih medali emas International Science Invention Fair (ISIF) 2026.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan instansi terkait menindaklanjuti hasil penelitian para siswa agar berpeluang dikembangkan menjadi inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan penanganan stunting.
Menurut Rana, penelitian yang mengangkat potensi tanaman lokal Kalimantan Tengah memiliki nilai strategis karena dapat membuka peluang pemanfaatan kekayaan hayati daerah melalui pendekatan ilmiah.
"Karena itu, hasil penelitian pelajar perlu mendapat pendampingan dan dukungan agar tidak berhenti sebagai karya kompetisi semata," Minggu, 18 Oktober 2026.
Salah satu penelitian yang menjadi perhatian adalah Humanutri karya tim SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini mengembangkan minuman sereal bernutrisi dengan bahan berupa bubuk ikan gabus, daun kelor, daun katuk, kelakai, dan biji jelai sebagai inovasi pangan untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
Selain itu, tim SMA Negeri 5 Palangka Raya meraih medali emas melalui penelitian Aureka Salve, yang mengkaji pemanfaatan akar kuning (Fibraurea tinctoria) dan daun kelakai sebagai bahan salep untuk luka.
Rana mendorong agar kedua penelitian tersebut ditindaklanjuti melalui kerja sama lintas sektor, melibatkan Dinas Pendidikan, dinas yang membidangi kesehatan, perguruan tinggi, serta lembaga penelitian.
"Kolaborasi diperlukan untuk menilai kelayakan hasil penelitian, menyusun tahapan pengembangan, dan menentukan peluang penerapannya sesuai kebutuhan daerah," tambahnya.
Untuk penelitian Humanutri, tindak lanjut dapat diarahkan pada pengujian kandungan gizi, keamanan pangan, mutu produk, serta evaluasi manfaatnya sebagai bagian dari inovasi pangan bernutrisi.
Hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar untuk menilai potensi pengembangannya dalam mendukung program pencegahan stunting, dengan tetap mengacu pada bukti ilmiah dan kebutuhan gizi anak.
Sementara itu, penelitian Aureka Salve perlu memperoleh pengujian keamanan dan efektivitas bahan, termasuk kajian laboratorium terhadap potensi aktivitasnya dalam perawatan luka.
"Pengembangan lebih lanjut juga perlu melibatkan tenaga ahli agar produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan sebelum dipertimbangkan untuk penggunaan medis," anjurnya.
Menurut Rana, pemerintah daerah perlu mengambil peran dalam mempertemukan para siswa dan pembimbing penelitian dengan institusi yang memiliki kompetensi untuk melanjutkan pengembangan inovasi tersebut. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk pendanaan penelitian lanjutan, akses laboratorium, pendampingan ilmiah, hingga fasilitasi pengujian produk.
Ia juga mendorong pemberian apresiasi berupa bantuan pendidikan atau beasiswa kepada siswa yang meraih medali emas. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga motivasi dan memastikan para pelajar memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan serta mengembangkan kemampuan risetnya.
Rana berharap prestasi ISIF 2026 menjadi titik awal bagi pengembangan penelitian pelajar yang lebih berkelanjutan. Dengan tindak lanjut yang terarah, penelitian berbasis potensi lokal diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi internasional, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi pangan dan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah. (MARINI/H)









