PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang berdampak pada wilayah setempat.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyampaikan hal tersebut saat membacakan sambutan Gubernur dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau.

Edy menjelaskan, luas wilayah geografis Kalimantan Tengah dan keberadaan lahan gambut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla, terlebih ketika kemarau panjang berlangsung akibat El Nino.

"Dengan kolaborasi dan gotong royong bersama, insya Allah karhutla di Kalimantan Tengah dapat segera teratasi dan masyarakat terlindungi," ungkap Wagub dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani memaparkan analisis iklim yang menunjukkan Kalimantan Tengah menghadapi dampak El Nino dengan intensitas cukup kuat sehingga memicu kekeringan panjang.

BMKG memprediksi curah hujan di Kalimantan Tengah pada November masih berada pada kategori menengah hingga rendah, sedangkan hujan diperkirakan merata di seluruh wilayah mulai Desember hingga April.

Untuk merespons kondisi tersebut, BMKG bersama BNPB dan Kementerian Kehutanan terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memantau potensi pertumbuhan awan setiap hari agar penyemaian dapat menghasilkan hujan secara efektif.

Sementara itu, Pemprov Kalteng bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi, evaluasi, serta penanganan dampak karhutla, termasuk melalui penyediaan rumah oksigen, pembagian masker, penyaluran air bersih, dan bantuan pangan bagi masyarakat. (HERMAWAN DP/y)