BORNEONEWS, Kuala Kurun – Meski jumlah titik panas di Kabupaten Gunung Mas dilaporkan menurun, kabut asap masih cukup tebal di sejumlah wilayah dan tetap dirasakan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Gunung Mas memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan sekaligus memperkuat sarana penanganan di lapangan.
Bupati Gunung Mas Jaya S Monong mengatakan pemerintah daerah telah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Bantuan yang diusulkan berupa pembangunan 100 unit sumur bor dan pengadaan 12 unit mobil pemadam kebakaran.
Menurut Jaya, keberadaan sumur bor tidak hanya dibutuhkan untuk penanganan karhutla, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih masyarakat dalam jangka panjang.
Sumur tersebut juga diharapkan menjadi sumber pengisian air bagi kendaraan pemadam saat kebakaran terjadi.
Di tengah keterbatasan armada, Pemkab Gunung Mas telah memodifikasi 34 kendaraan dinas dengan menambahkan tandon air dan mesin pompa portabel.
“Armada modifikasi ini terbukti sangat membantu operasional pemadaman di lapangan,” kata Jaya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia mengatakan hujan sempat turun di wilayah Gunung Mas dan membantu memadamkan sejumlah titik api. Namun, pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena kondisi kabut asap belum sepenuhnya membaik.
Penanganan karhutla dilakukan bersama Forkopimda, instansi terkait, dan masyarakat.
Pemkab juga membuka kemungkinan menerapkan pendekatan lain, termasuk pembinaan melalui adat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran.
Sebelumnya, kondisi dan penanganan karhutla di Gunung Mas juga disampaikan dalam konferensi video bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.
Jaya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Sinergi dan kepedulian semua pihak menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla, melindungi kesehatan masyarakat, dan mencegah meluasnya dampak kabut asap di wilayah Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya. (RISKA YULYANA/j)









