BORENONEWS, Palangka Raya - Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah, memberikan akses pendidikan gratis 351 siswa dari keluarga kurang mampu melalui pendidikan berasrama jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).
"Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mendukung keberadaan Sekolah Rakyat agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, sehat, dan berdaya saing," kata Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong di Kuala Kurun, Rabu.
Ia mengajak orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah memperkuat sinergi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, sehingga manfaat program pendidikan tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Gumas, Richard menambahkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam mendukung pendidikan serta mengawal masa depan anak-anak.
"Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sekaligus salah satu kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang layak," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gumas, Ina Marita mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut dia, sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga sarana membangun karakter, mengembangkan potensi, dan menumbuhkan harapan anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gumas mulai beroperasi dan diresmikan Bupati Gunung Mas pada 29 September 2025. Saat ini, sekolah tersebut menampung 351 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan dukungan 100 tenaga pendidik dan pegawai.
Seluruh siswa mendapatkan fasilitas asrama secara gratis tanpa dipungut biaya. Fasilitas sekolah meliputi ruang belajar, asrama, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang serbaguna, tempat ibadah, ruang makan, serta lapangan olahraga dan upacara untuk menunjang kegiatan belajar dan pembentukan karakter siswa.
Meski demikian, pengembangan sekolah masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain pembangunan fasilitas yang belum sepenuhnya selesai, keterbatasan air bersih dan jaringan internet, serta perlunya meningkatkan pemahaman orang tua dan masyarakat mengenai program tersebut.
Ina berharap dukungan berbagai pihak terus diperkuat agar Sekolah Rakyat dapat mengoptimalkan layanan pendidikan dan pengasuhan bagi siswa, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Gunung Mas.
“Sekolah Rakyat membangun harapan, menumbuhkan potensi, mempersiapkan mereka ke depan,” kata Ina Marita.
ANTARA









