KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Sejumlah relawan mengalami sesak napas saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar SMAN 3 Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis siang, 22 Oktober 2026.

Alya, guru SMAN 3 Kuala Kapuas, mengatakan ada beberapa relawan yang mengalami sesak napas saat berada di lokasi kebakaran. Jumlahnya diperkirakan sekitar tiga hingga lima orang.

“Sekitar tiga sampai lima orang. Ada tiga,” kata Alya saat dikonfirmasi, Kamis siang.

Para relawan tersebut mengalami sesak napas secara bergantian ketika berada di lokasi. Mereka merupakan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla, bukan siswa SMAN 3 Kuala Kapuas.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar) juga diminta untuk menangani kebakaran. Alya mengatakan petugas damkar sudah tiba di lokasi sekitar pukul 13.29 WIB.

Karhutla dilaporkan berkobar di sekitar lingkungan SMAN 3 Kuala Kapuas. Sebelumnya, relawan dan tim gabungan di lokasi dilaporkan kewalahan menangani kebakaran sehingga meminta tambahan dukungan armada.

Dampak kondisi tersebut juga dirasakan dalam kegiatan belajar di sekolah. Alya menyampaikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan bagi siswa. Sementara itu, terdapat siswa yang tetap berada di asrama.

Kondisi asap di sekitar lokasi menjadi perhatian karena dapat mengganggu pernapasan orang yang terpapar, terutama relawan yang harus berada di sekitar titik kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi terperinci mengenai luas lahan yang terbakar, penyebab karhutla, maupun jarak kobaran api dari bangunan sekolah. Kondisi terkini para relawan yang mengalami sesak napas juga belum diketahui. (SABRIANOOR/y)