BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan penguatan kemandirian ekonomi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan talk show Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pemberdayaan Perempuan di bidang ekonomi yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Damang Batu, Rabu, 21 Oktober 2026.
"Dilaksanakannya kegiatan tersebut dengan tujuan yakni meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam mengelola keuangan, mengembangkan usaha, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga," ujar Sekda Gumas Richard melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten I Setda Gumas Ruby Haris, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Ruby menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Selain berperan dalam mengelola rumah tangga, perempuan juga memiliki potensi besar sebagai pelaku usaha, penggerak perekonomian, dan pencipta lapangan kerja.
“Berdasarkan data kependudukan yang tercantum dalam bahan sambutan, Kabupaten Gunung Mas memiliki 43.260 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.804 kepala keluarga atau 15,73 persen merupakan kepala keluarga perempuan. Sebanyak 2.710 orang atau 39,83 persen dari kelompok tersebut bekerja sebagai petani atau berkebun,” ucapnya.
Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas perempuan, khususnya dalam mengembangkan potensi usaha yang bersumber dari sektor pertanian, perkebunan, kerajinan tangan, kuliner khas daerah, serta produk unggulan lainnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha, mulai dari memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, mencatat pemasukan dan pengeluaran, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga menyisihkan keuntungan untuk tabungan dan pengembangan usaha.
Selain pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas pemasaran produk dan meningkatkan daya saing usaha. Perempuan pelaku usaha didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.
Pemberdayaan ekonomi perempuan juga berkaitan erat dengan kesejahteraan keluarga dan kesehatan lingkungan.
Karena itu, sinergi antara perangkat daerah terkait, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), organisasi perempuan, pelaku usaha, dan Forum Kabupaten Gunung Mas Sehat perlu terus diperkuat. (RISKA YULYANA/H)









